pulsa-logo

Microsoft Garap Proyek Kurikulum Pendidikan Berbasis Komputasi


Nariswari

Jum'at, 09 Oktober 2015 • 16:53


Computational ThinkingComputational Thinking

Microsoft Research, salah satu pisi penelitian dari perusahaan perangkat lunak global, mendorong lebih banyak kemitraan dengan badan-badan pendidikan lokal di Korea dan negara-negara di Asia untuk menerapkan proses pembelajaran, yang disebut computational thinking (CT).

Microsoft mengatakan bahwa mereka terus berupaya hadir dan memposisikan diri lebih kuat di Asia (khususnya di Korea). Bukan sebagai perusahaan perangkat lunak namun sebagai pemimpin dalam pendidikan yang menerapkan teknologi komputasi. Microsoft percaya bahwa upaya ini akan menjadi hal besar berikutnya untuk menggantikan proses pembelajaran tradisional.

Computational Thinking (CT) atau "Berpikir Komputasi" adalah salah satu solusi yang ditawarkan oleh Microsoft untuk berpikir jauh lebih maju, guna memecahkan masalah dan mencapai solusi dengan cara yang cerdas dan mudah dipahami.

Negara-negara maju sebenarnya sudah lebih dulu mengadopsi metodologi pemikiran baru ini sebagai sistem pendidikan lanjutan, karena mengajarkan siswa untuk belajar hal-hal dari berbagai perspektif.

"Kami telah bertemu dengan para pejabat dari Departemen Ilmu, ICT dan Perencanaan Masa Depan di Korea, untuk membahas bagaimana proyek Computational Thinking (CT) dapat digunakan dalam sistem pendidikan di Korea," kata Jeannette M. Wing, Vice President Microsoft Research, saat konferensi pers di kantor pusat Microsoft di pusat kota Seoul Korea, (8/10).

Microsoft Research saat ini telah menjalin kerjasama dengan Universitas Yonsei dalam mengembangkan kurikulum untuk proyek ini. Afiliasi penelitian Microsoft juga berupaya memperpanjang sistem pendidikan Computational Thinking (CT) ke siswa dari tingkat SD, SMP dan SMA.

Salah satu eksekutif Microsoft Research mengungkapkan bahwa negara-negara maju termasuk Amerika Serikat dan Inggris telah sepakat berkolaborasi dengan pihaknya, dalam mengembangkan dan menerapkan Computational Thinking (CT). Untuk negara-negara di Asia seperti Korea, Microsoft mengatakan masih tertinggal dalam hal metodologi pendidikan komputasi.


Microsoft sekarang ini telah siap membangun program kurikulum Computational Thinking (CT) di Korea menggunakan serangkaian proses, untuk memenuhi standar pendidikan global. Sebagai bagian dari upaya ini, Kementerian Pendidikan Korea memutuskan untuk memasukkan pendidikan perangkat lunak dalam kurikulum wajib di sekolah tinggi mulai tahun 2018. (Nariswari)

sumber