Atrk
ads skin gagal

"Mobile Advertising Bakal Bikin Dunia Iklan Lebih Demokratis"

Prev
Next »
Ongki Kurniawan, Independent Director/Chief Digital Services Officer XL AxiataOngki Kurniawan, Independent Director/Chief Digital Services Officer XL Axiata
 
Tahun lalu (2014) bisnis digital advertising (iklan digital) secara umum melibatkan uang hingga 500 juta dollar atau sekitar 6,5 triliun rupiah. Itu baru digital advertising saja yang merupakan bagian dari bisnis advertising secara keseluruhan.
 
"Dari angka tersebut, mobile advertising (iklan melalui sarana mobile) hanya mendapat porsi 10%  atau kurang lebih 35 juta dolar dari total digital advertising. Yang membedakan antara mobile advertising dengan digital advertising secara keseluruhan adalah bahwa targetkan iklan mobile memang khusus untuk konsumen yang mengakses perangkat bergerak tersebut. Sedangkan digital advertising mencakup layanan iklan untuk desktop, laptop dengan menggunakan jalur internet seperti misalnya layanan dari Google," Demikian diungkapkan oleh Ongki Kurniawan, Chief Digital Services Officer XL Axiata di sela-sela acara bincang bincang dan update tentang layanan Mobile advertising milik XL, AdReach pada hari Senin (30/11) di Gedung Menara Prima, Jakarta. 
 
Adreach sendiri merupakan brand XL untuk layanan mobile advertising yang terbentuk sejak tahun 2012. Perkembangan AdReach diklaim oleh Ongki Kurniawan sebagai luar biasa. Tahun 2015 pertumbuhan AdReach  mencapai 120% dari tahun 2014. Jumlah brand yang menggunakan AdReach sebagai sarana mobile advertisingnya pada tahun 2014 hanya 1000 brand. Namun di tahun 2015 yang masih berjalan ini, jumlah brand yang menggunakan produk AdReach meningkat drastis mencapai 3000 brand, atau naik 300%. Hal ini menunjukkan keberhasilan edukasi dan awareness di kalangan pengguna aplikasi mobile. Kedepannya diharapkan pertumbuhannya akan lebih cepat lagi.
 
"Meski porsi untuk digital advertising masih sedikit, namun jika menilik hasil riset XL dengan salah satu lembaga survey, tahun 2020 size of businessnya akan  mencapai 91 triliun. Sedangkan porsi mobile advertising akan meningkat menjadi 60% atau sekitar 54 triliun. Jadi diperkirakan setiap tahun hingga 6 tahun ke depan, angka pertumbuhan mobile advertisingnya akan mencapai rata-rata  120% (triple digit). Jadi mobile advertising tidak bisa dipandang sebelah mata dan merupakan bisnis yang atraktif terutama karena menggunakan banyak inventory dari mobile. Di sini peranan operator sangat besar," Lanjut Ongki
 
Prev
Next »
Rate this item
(0 votes)
  • Last modified on Tuesday, 01 December 2015 10:13
  • font size