pulsa-logo

Samsung Sepakat Beri Kompensasi Pada Buruh Penderita Leukemia


Nariswari

Kamis, 14 Januari 2016 • 17:10


Samsung Electronics belum lama ini dikabarkan telah menandatangani perjanjian kesepakatan dengan dua kelompok yang mewakili buruh di pabrik chip memori Samsung, yang menderita sakit leukemia dan penyakit lainnya. Perjanjian itu menyerukan perusahaan untuk membangun ombudsman independen guna memantau keamanan, kelayakan dan jaminan keselamatan bagi tiap buruh yang bekerja di pabrik chip memori Samsung.

"Samsung Electronics, Banolim (kelompok sipil lokal di Korea Selatan), dan Family Compensation Committee Over Leukemia Issue (FCCLI) telah mencapai kesepakatan untuk membentuk sebuah komite independen untuk keselamatan kerja di pabrik Samsung," kata Kim Ji-Hyung, kepala perunding dari tiga badan tersebut.

Lee Cheol-Soo, seorang profesor hukum di Universitas Nasional Seoul dan dua ahli di bidang hukum kabarnya akan menjadi tim ombudsman. Samsung Electronics pun akan mendirikan pusat manajemen kesehatan baru dan berinvestasi lebih besar untuk proyek-proyek penelitian dan kegiatan untuk meningkatkan keselamatan di pabrik chip memori Samsung dan pabrik layar Samsung.

"Ketiga pihak juga sepakat bahwa tim ombudsman memiliki hak untuk meminta Samsung Electronics untuk menerima dokumen dan data, jika diperlukan. Sekaligus untuk memantau kondisi kesehatan para pekerja pabrik. Tim ombudsman ini seperti badan eksternal baru, yang dibuat dan memiliki hak untuk meminta Samsung untuk segera memperbaiki masalah jika ditemukan zat berbahaya yang ditemukan di dalam pabrik selama pemeriksaan tersebut," kata Kim, dalam konferensi pers yang dihadiri lebih dari 120 wartawan lokal dan luar negeri.

Sebagai informasi, perjanjian tersebut dibuat setelah sembilan tahun yang lalu tepatnya di 2007 terkait kasus tentang keamanan dan keselamatan kerja di pabrik layar Samsung, setelah kematian seorang pekerja perempuan berusia 22 tahun dikarenakan sakit leukemia akut saat bekerja di pabrik Samsung.

Saat itu Banolim telah meminta Samsung untuk mendirikan sebuah komite publik dengan ahli lingkungan dan kesehatan untuk memeriksa kelayakan dan standar kesehatan di fasilitas pabrik secara teratur. Banolim pun meminta Samsung untuk berinvestasi ?100 milyar sebagai uang investasi di perbaikan fasilitas dan jaminan keselamatan kerja buruh, serta membuat permintaan maaf resmi di media. Samsung juga diminta untuk membuat rincian permintaan acak zat kimia yang digunakan di pabrik.

Namun di tahun 2007 itu, Samsung menolak untuk mendirikan komite publik dan membuka data rahasia apalagi menyangkut zat kimia yang digunakan oleh Samsung di pabrik chip memorinya. Saat itu, Samsung hanya setuju untuk menginvestasikan sejumlah uang ?100 milyar untuk investasi di perbaikan fasilitas dan jaminan keselamatan kerja buruh di pabrik chip memori Samsung.


Senin lalu, (11/1/2015), sekitar 100 mantan pekerja di pabrik Samsung yang menderita Leukemia dari 150 yang diajukan untuk mendapat kompensasi awal telah menerima kompensasi. Pendiri Banolim bernama Hwang Sang-Ki mengatakan kesepakatan itu bersifat parsial. Hwang Sang-Ki mengatakan Banolim akan terus demonstrasi secara vokal di sepanjang jalan di Seocho Samsung Tower, untuk meminta kompensasi lebih dari Samsung. (Nariswari)

sumber