pulsa-logo

Apple Bentuk Tim Rahasia Garap Headset VR


Nariswari

Selasa, 02 Februari 2016 • 15:10

Apple, Headset VR, Microsoft, Facebook, Google, Gadget, Teknologi, Industri, tabloid pulsa


Guna memantapkan langkahnya dalam pengembangan dan penggarapan teknologi Virtual Reality (VR), dan menempatkannya dalam posisi yang kuat bersaing dengan kompetitor di bisnis VR seperti Microsoft, Facebook dan Google, Apple telah membentuk sebuah "tim rahasia' yang bekerja secara profesional untuk menggarap headset virtual reality dan augmented reality.

Tim rahasia ini terdiri dari ratusan inpidu yang cerdas dan terampil, berasal dari berbagai perusahaan seperti startup kamera Lytro dan bahkan mantan tenaga ahli di Microsoft.

Menurut kabar yang diperoleh dari Financial Times, Apple sebelumnya telah mengakuisisi sebuah perusahaan startup augmented reality bernama Flyby Media, dimana sebelum diakuisisi oleh Apple, tim kerja di Flyby Media berkolaborasi dengan Google untuk pengembangan teknologi 3D di Project Tango.

Melalui pengembangan teknologi VR dan AR, dapat dikatakan Apple tampaknya berupaya memperluas jangkauan portfolio produknya selain iPhone, iPad dan iPod. Apple perlu memikirkan berbagai cara dan alternatif cerdas lainnya karena penurunan penjualan smartphone dan tablet Apple.

Ke depannya, Apple dikabarkan sudah menggarap beberapa prototipe dari headset VR dengan membawa merek Apple sendiri. Namun sejauh ini belum ada rincian yang menunjukkan apakah itu akan menjadi headset yang akan memerlukan perangkat lain untuk dapat berfungsi seperti Samsung Gear VR dan Google Cardboard, ataukah  headset VR besutan Apple itu bisa bekerja secara independen mirip dengan Oculus Rift dan HTC Vive.

Sebagai catatan, ini bukan pertama kalinya Apple berkecimpung dalam pengembangan teknologi virtual reality. Mantan CEO Apple, Steve Jobs sempat melirik teknologi ini pada pertengahan 2000-an, dan ia mempekerjakan tim kecil dari ahli VR untuk mengembangkan sebuah prototipe VR yang sederhana, sekaligus menjadikannya dasar pengajuan paten perangkat VR.

Namun, sayangnya rencana kerja itu tidak berjalan dengan sukses karena teknologi VR yang didengungkan oleh Jobs di era tersebut masih dianggap terlalu futuristik, bukan produk yang menjanjikan keuntungan secara komersial bagi perusahaan. (Nariswari)


sumber 1 | sumber 2