pulsa-logo

Samsung Menjadi Investor Global Terbesar Ke-4 di Bisnis Kecerdasan Buatan


Nariswari

Selasa, 22 Maret 2016 • 13:18


SamsungSamsung

Samsung sebagai salah satu produsen eletronik dan smartphone besar di dunia, dinobatkan sebagai investor global terbesar ke-4 di bisnis Artificial Intelligence (AI) aka kecerdasan buatan. Samsung telah menempatkan dana investasi yang tidak sedikit ke tujuh perusahaan rintisan (startup) yang didedikasikan pada pengembangan teknologi AI, dimana salah satu fitur yang paling dikenal adalah Ibidon. Itu adalah tools yang mampu menganalisis fitur bahasa yang berbeda-beda, untuk mengekstrak kata kunci tanpa perlu input dan bantuan dari manusia.

Hal itu sangat berguna bagi bisnis yang menerima trafik korespondensi dalam jumlah besar, karena bisa mengurangi jumlah waktu yang diperlukan untuk menyaring pesan yang panjang. Selain startup yang mengembangkan Ibidon, ada beberapa startup lain yang menerima kucuran dana investasi dari Samsung yakni Vicarious dan Expect Labs.

Samsung pun dikabarkan tengah menjalin kemitraan dengan Universitas Deakin Australia, untuk meluncurkan proyek yang menerapkan teknologi AI untuk platform rumah pintar di tahun ini, disebut SmartThings. Ini adalah bagian dari proyek percontohan yang membantu aktivitas kehidupan warga lansia berusia antara 73 – 81 tahun yang berdomisili di Geelong City, Australia. Dengan teknologi AI yang dikembangkan di SmartThings, diharapkan dapat membantu lansia untuk hidup aman, nyaman dan menyenangkan di rumah masing-masing.

Meski total dana investasi Samsung belum diketahui pasti di bisnis AI ini, namun perusahaan Korea ini dikabarkan telah membeli lebih dari sepuluh startup AI selama lima tahun terakhir. Itu tercatat cukup mengejutkan, mengingat teknologi AI masih merupakan industri yang sangat baru.

Hanya saja, pengembangan teknologi AI masih terdapat begitu banyak ruang untuk tumbuh. Ini pulalah salah satu hal yang menjadikan Samsung sangat tertarik terjun ke bisnis AI. Dan siap mengukir nama besar Samsung sebagai merek kuat di bisnis ini, tak hanya merajai bisnis smartphone dan chip saja. (Nr/Wr)

sumber