Atrk
ads skin gagal

Sejak 2010 BlackBerry Berikan Akses Dekripsi Perangkatnya ke Kepolisian

John Chen, CEO BlackBerryJohn Chen, CEO BlackBerry

Tentunya kita masih ingat akan ngototnya Apple terkait privasi perangkat pelanggannya, yang mana perusahaan pembesut iPhone itu menolak memberikan akses kunci (dekripsi) dari perangkat iPhone 5C milik pelanggannya yang terduga teroris kepada pihak pemerintah dan FBI. Hingga akhirnya FBI mencari cara lain dengan melibatkan perusahaan rekayasa forensik hardware yakni Cellebrite untuk membuka enkripsi iPhone 5C.

Tapi tampaknya persepsi Apple terkait prinsip privasi jauh berbeda dengan John Chen, CEO BlackBerry. Dia terkesan malah sangat bangga dengan memberikan kunci enkripsi perangkat BlackBerry milik penggunanya untuk diberikan ke pihak pemerintah. Pada blog resmi BlackBerry, Chen menuliskan bahwa BlackBerry bangga menjadi "warga negara dan sekaligus perusahaan yang baik", dengan memberikan kunci dekripsi untuk Kepolisian Kanada sejak pada tahun 2010.

Itu artinya Kepolisian Kanada telah memiliki kunci dekripsi global pada perangkat BlackBerry sejak 2010. Dan Kepolisian Royal Canadian Mounted (RCMP) telah dibekali akses untuk memblokir dan mendekripsi lebih dari satu juta pesan BlackBerry selama penyelidikan yang berlangsung dari tahun 2010 hingga 2012.

RCMP berdalih, bahwa langkah pihaknya meminta kunci deskripsi ke BlackBerry adalah untuk mengurai dan memutus kejahatan di Kanada. Serta menggali kasus pembunuhan mafia selama jangka waktu  kasus tersebut berlangsung.  Dan berkat informasi yang diambil oleh RCMP melalui akses deskripsi dari BlackBerry, pihak kepolisian Kanada berhasil menciduk setidaknya 7 buron mafia, termasuk di dalamnya adalah gembong mafia paling berbahaya yakni Sal "Ironworker" Montagna. Sal diduga menjadi anggota dari keluarga mafia di New York Bonanno, dan akhirnya saat penangkapan terjadi, Sal Montagna ditembak mati di Montreal.

Terkait BlackBerry yang memberikan akses ke pemerintah, Chen menulis sepotong kalimat di blog BlackBerry. "Kami berdiri oleh prinsip-prinsip akses yang sah oleh kami. Selain itu, tanpa melibatkan BES server BlackBerry. Untuk BlackBerry, ada keseimbangan antara melakukan apa yang benar dan tidak, seperti membantu menangkap penjahat, dan mencegah penyalahgunaan pemerintah menyerang privasi warga negara, termasuk ketika kami menolak memberikan akses ke server kami ke pemerintah Pakistan. Kami telah mampu menemukan keseimbangan kebenaran ini. Bahkan saat pemerintah telah menekan kami untuk mengubah alasan etis sekalipun. Meskipun tekanan kemudian datang dari berbagai pihak, posisi kami tetap teguh dan tindakan kami ini adalah bukti bahwa kami berkomitmen untuk prinsip-prinsip menjunjung tinggi kebenaran," tulis Chen.

Dengan pernyataan itu, maka jelas tergambar perbedaan prinsip BlackBerry dan Apple. Entah bagaimana paradigma seluruh pengguna BlackBerry setelah mengetahui pendapat Chen terkait perlindungan privasi ini. (Nr)   

sumber

Rate this item
(0 votes)