pulsa-logo

Ini Dia Smartphone Terlaris di Indonesia


dian iskandar

Senin, 19 September 2016 • 16:12

Ini Dia Smartphone Terlaris di Indonesia, smartphone terbaik 2016, samsung, oppo, advam, smartfren, tabloid pulsa


Banyak hal menarik yang diungkapkan oleh Counterpoint Reseacrh mengenai perkembangan pasar ponsel di Indonesia. Di kuartal kedua tahun ini, total pengiriman ponsel LTE naik 900 persen pertahun atau hampir 2/3 dari total pengiriman smartphone.

Sayangnya, menurut Counterpoint Research, kontribusi penjualan smartphone via E-commerce walaupun meningkat tetapi masih rendah dibandingkan dengan India dan sekarang kontribusinya hampir 12% dari semua pengiriman smartphone pada kuartal tersebut.

Persaingan pun kiat ketat. Sebagai contoh, pangsa pasar vendor asal Cina di segmen smartphone terus meningkat yang mencapai 33% dari total pasar smartphone. Sebagian besar diraup oleh Oppo, Lenovo, Huawei, Vivo dan lain-lain.

Tapi, dari sekian banyak vendor yang mencoba meraup peruntungan di Indonesia, posisi pemuncak pangsa pasar tetap dipegang oleh Samsung. Samsung berhasil mempertahankan posisinya dengan memegang 22% pangsa pasar.

Dari data yang dikeluarkan oleh Counterpoint Research, posisi kedua di pegang oleh Oppo. CUkup menarik, mengingat Asus mendurut data IDC, dikuartal keempat 2015 sempat mempimpin pasar bahkan mengalahkan Samsung.  Posisi ke tiga barulah diisi oleh Asus kemudian Evercoss dan Andromax.

Oppo naik ke peringkat kedua untuk pertama kalinya dengan pangsa pasar 17% pada kuartal tersebut. Bagi Oppo, Indonesia saat ini menjadi pasar terbesar kedua setelah Cina. Oppo telah berinvestasi besar-besaran untuk mengembangkan produksinya di Indonesia. Sementara  Asus memegang 14% pangsa pasar. Pertanyaannya, ponsel mana yang paling laris di Indonesia? Ini dia daftarnya


Lihat table, ponsel terlaris diurutan pertama dan kedua adalah Samsung J1 Mini dan J2. Kedua smartphone ini merupakan kelas low end dengan range harga Rp1,5 – 1,8 juta. Menariknya adalah, untuk segmen menengah justru Oppo yang lebih berperan lewat seri Oppo F1. Produk asus yang masuk daftar  juga merupakan produk level menengah, seperti Asus Zenfone Go dan Selfie.

Pasar Mulai Membaik

Secara umum, kondisi pasar ponsel tanah air tampaknya sudah membaik. Menurut periset pasar Counterpoint Research pada Q2 2016 (Juli-September), pasar ponsel secara keseluruhan (smartphone + fitur ponsel) di Indonesia tumbuh 5% dan untuk segmen smartphone tumbuh sebesar 8% kuartal ke kuartal.  Jadi tidak heran jika di Indonesia merek smartphone baru tetap bermunculan.

Vendor baru yang baru saja mengumumkan kehadirannya di Indonesia adalah HiCore Mobile. Presiden Direktur HiCore Mobile, Herman Zou mengatakan, "Kami yakin bahwa HiCore Mobile akan mampu menyediakan smartphone premium yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.

Sebagai langkah awal, HiCore mengenalkan dua model ponsel pintar bernama HiCore Play Z5 dan Lens DC1.Kedua produk HiCore ini membidik segmen menengah ke atas (middle up), yang menurut pihak vendor merefleksikan kebutuhan masyarakat Indonesia yang sudah menggunakan smartphone untuk beragam aktifitas. Baik untuk aktifitas yang berhubungan dengan pekerjaan atau pun hiburan. Tidak hanya mengedepankan teknologi tinggi, tetapi juga balutan desain yang berkualitas. Menariknya, dalam pemasaran produk-produknya, HiCore akan menerapkan skema single price, alias satu harga di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan begitu tidak akan terjadi perbedaan harga antara satu daerah dengan daerah yang lain. Nantinya HiCore akan lebih menitikberatkan pada sisi promosi, diantaranya siap menempatkan promotor di tiap outlet yang menjual produk Hicore. Tapi tampaknya HiCore belum bisa mengikuti aturan TKDN, sehingga dua smartphone yang baru dipasarkan masih mengandalkan jaringan 3G.

TKDN Menghambat Pertumbuhan

Analis Senior Counterpoint Jim Lee mengatakan "meskipun pasar smartphone pulih di satu digit, masih ada ketidakjelasan tentang aturan TKDN yang telah memperlambat pertumbuhan smartphone di pasar Indonesia. Aturan “Dibuat di Indinesia” yang tidak konsisten karena Pemerintah terus merubah, semisal membuat 'skema multi-tier'  yang menambahkan kontribusi dari software juga.  

Menurut dia, ini akan menguntungkan pabrikan seperti Apple yang memiliki hampir 1% market share karena kenaikan bea masuk serta didorong oleh operator dimana telah terinstal aplikasi dan layanan. Namun, ini juga akan membuat perdebatan dan bahkan lebih kompleks untuk menghitung penambahan nilai riil dari beberapa produk yang sudah dibuat secara keseluruhan di negara ini.

Mengomentari kinerja pasar, Analis Senior Tarun Pathak mengatakan bahwa, penetrasi smartphone di Indonesia masih di bawah 50%. Selain itu, sebagian dari smartphone ini adalah 2G atau 3G smartphone. Meski begitu, ada peluang yang signifikan di sini untuk pertumbuhan LTE dalam hal perangkat serta layanan yang diperkirakan tumbuh lima kali pada tahun 2016 dibandingkan dengan tahun 2015. Misalnya, penjualan smartphone LTE tumbuh besar 900% per tahun di Q2 2016 yang sebagian besar didorong oleh Samsung, Oppo dan Asus. ".

Pathak, menambahkan, "Dorongan pemerintah 30% dari konten lokal untuk smartphone LTE telah mendorong produksi lokal smartphone 4G LTE, dampak dari para pabrikan yang merek bergerak menuju peningkatan jumlah model LTE dalam portofolio mereka. Hampir 88% dari smartphone LTE kini diproduksi secara lokal di Indonesia". (*)

Sumber: Data Counterpoint Research