pulsa-logo

Setengah Milyar Akun Yahoo Dibobol


dian iskandar

Jum'at, 23 September 2016 • 12:03


ilustrasiilustrasi

Yahoo Inc  pada hari Kamis (22/9) secara mengejutkan telah  mengkonfirmasi bahwa  setidaknya 500 juta akun pengguna Yahoo telah berhasil diretas (di-hacked) oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.  Insiden yang mencoreng nama Yahoo ini sekaligus tercatat sebagai kejahatan keamanan cyber  terbesar yang pernah terjadi.

Perusahaan mesin pencari dan internet  yang telah diakuisisi oleh Verizon bulan Juni lalu dengan nilai akuisisi USD$ 4,83 miliar ini meyakini  bahwa ada aktor  intelektual yang  yang berada di balik aksi ini  dan Yahoo mencurigai ada’sponsor’ dalam aksi peretasan ini.  

"Dengan sangat menyesal dan berat hari kami sampaikan bahwa  Informasi akun dari 500 juta pengguna akun Yahoo  tersebut  yang  meliputi nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, dan password berhasil dibobol.  Di sejumlah kasus, ada pula encrypted atau unencrypted pertanyaan dan jawaban keamanan yang berhasil ditembus." Pernyataan resmi Yahoo , berkaitan dengan kasus pembobolan akun tersebut.

Segera setelah  Yahoo mengumumkan hal itu,  Yahoo mengimbau agar para pengguna segera mengganti password mereka dan Yahoo mulai menggelar sejumlah  pertanyaan keamanan  (security  pass questions)  dan mereview kembali akun pengguna yang mencurigakan.

Namun sayangnya, Yahoo tidak secara terbuka  menginformasikan  terkait  adakah informasi  data finansial seperti nomer rekening dan data kartu kredit yang diyakini  termasuk ke dalam informasi yang dicuri oleh peretas. Jika ini pun termasuk di dalamnya, maka Yahoo dalam masalah yang sangat serius.

Guna mengatasi masalah ini,  Yahoo bekerjasama dengan penegak hukum secara intensif  mempelajari lebih jauh mengenai peretasan itu.  Federal Bureau  of Investigation  (FBI)  sudah mengetahui kasus peretasan  ini turut membantu melakukan investigasi untuk mengetahui  siapa pihak yang bertanggungjawab di balik aksi ini.

Sebenarnya, kabar mengenai pembobolan akun Yahoo dalam skala masif seperti ini  sempat terdengar pada bulan Agustus lalu. Saat itu, hacker yang menamakan dirinya "Peace" mengklaim telah mencuri data dari 200 juta akun Yahoo, LinkedIn dan MySpace. Yahoo waktu itu langsung kelabakan dan  melakukan investigasi, namun  situasi makin memburuk. Bahkan dengan kini Yahoo mengakui bahwa mereka dibobol hingga 500 akun lebih, ini akan menyebabkan guncangan online dalam beberapa tahun ke depan.  (Nariswari)


Sumber