pulsa-logo

Ini Penyebab Galaxy Note 7 Pengganti Masih Bermasalah Menurut Analis


dian iskandar

Rabu, 12 Oktober 2016 • 14:54

Samsung,Galaxy Note 7,penyebab baterai meledak,galaxy note meledak,samsung galaxy,galaxy note


Senin (10/10) Samsung secara resmi menghentikan produksi dari Samsung Galaxy Note 7 dan berbuntut pada penghentian penjualan  phablet tersebut di seluruh gerai, toko, distributor, retail mitra, dan operator  yang bekerja sama dengan Samsung. Samsung pun  kemarin menghimbau untuk semua konsumen yang masih memiliki unit Smasung Galaxy Note 7 untuk tidak menggunakan smartphone tersebut, dan segera mematikan  perangkat mereka demi kemananan dan mencegah resiko terbakar.  

Sedahsyat ini  petaka yang terjadi di Galaxy Note 7, dan selama ini  “biang keladi” dari masalah tersebut selalu  yang disalahkan adalah: baterai dan aksesoris  yang berkaitan dengan pengisian daya. Lalu kenapa unit pengganti Galaxy Note 7 masih tetap bermasalah? Menurut para analis, Ada beberapa faktor lain yang berkaitan.

Ketika Note Samsung Galaxy 7 pertama kali dikabarkan oleh konsumen  bahwa unit tersebut  meledak, fokusnya adalah pada kerusakan di komponen  baterai. Sel-sel pada komponen baterai , yang ironisnya yang diproduksi oleh Samsung sendiri yakni Samsung SDI, adalah diduga  menjadi  faktor penyebabnya.

Sementara  produsen baterai  yang berbasis di Cina bernama  ATL, yang produk komponen baterainya juga  ditemukan pada 30% dari versi  asli Galaxy Note 7, diberi tugas  untuk  memasok baterai untuk unit pengganti. Namun apa mau dikata,  jika kemudian  apa yang disebut "aman" dari unit pengganti   Samsung Galaxy Note 7  juga dilaporkan terbakar dan meledak!  

Padahal  ATL mengatakan bahwa mereka  menyesuaikan volume pengiriman dari phablet dalam rangka untuk mempertahankan kontrol ketat atas produksi komponen baterai mereka. Fakta bahwa unit pengganti telah meledak tampaknya menunjukkan bahwa masalah nyata dengan samartphone Samsung Galaxy Note 7  melampaui satu faktor  penyebab saja, yang selama ini disalahkan adalah kecacatan pada  baterai.  

Asisten profesor teknik mesin di Carnegie Mellon University bernama Venkat Viswanathan, menunjukkan bahwa sistem kontrol tegangan baterai bisa tiap saat bermasalah. Profesor itu juga mengatakan bahwa bahan berkualitas rendah yang digunakan dalam proses membangun sel-sel baterai  bisa menjadi bagian dari alasan terbakar atau meledaknya baterai.

Cho Jae-phil ( Direktur di Future Batteries Research Center) , mengatakan bahwa memproduksi sejumlah besar baterai yang dibutuhkan untuk unit pengganti  Samsung Galaxy Note 7  dalam  tenggat  waktu singkat  sangat  mungkin telah menyebabkan beberapa kekurangan atau kesalahan  dalam Quality Control (QC).


Masalah standar kualitas dapat muncul ketika Anda memiliki pemasok yang “dipaksa” untuk memproduksi  baterai secara  massal dalam jumlah besar, dalam  waktu singkat. Ditambah lagi, ada “tekanan” tertentu  misalnya dari pihak Samsung dan  tekanan dari konsumen yang marah  yang  ikut mendorong pemasok baterai  menjadi memiliki beban mental lebih besar.  

Banyak analis yang mengatakan bahwa  sebenarnya  kasus meledaknya baterai  di Samsung ini bukan hanya  terjadi pada Galaxy Note 7 dan bukan hanya model flagship Galaxy S.  Menurut   seorang analis senior  bernama  S.R. Kwon, seorang analis di Dongbu Securities di Seoul, mencatat bahwa Samsung menjual tiga kali lebih banyak handset Galaxy S seperti halnya Galaxy  Note.

Jumlah yang besar ini  kemungkinan akan menimbulkan  masalah pada QC, dan  terlebih Samsung cukup ketat dalam jadwal peluncuran smartphone terbarunya.  Dan hal inilah yang turut menjadi  faktor  yang memicu adanya “celah”  kesalahan dan cacat di smartphone teranyar Samsung tersebut. (Nariswari)

Sumber