pulsa-logo

Inilah Data-Data Pribadi Yang Bisa "Dicuri" Saat Browsing


Woro Ari Prianto

Rabu, 28 Desember 2016 • 19:14


Saat berselancar di internet alias menjelajah di alam maya, sebenarnya pengguna tengah membagikan beberapa informasi pribadi kepada pemilik situs yang sedang dikunjungi. Meski tak semua informasi yang dibagikan itu disalahgunakan oleh sang pemilik situs, ada baiknya kita tetap harus mewaspadainya. Terutama bagi pengguna yang gemar menjelajahi situs-situs yang menyediakan konten ilegal seperti pornografi, software atau film bajakan dan lainnya.

Inilah beberapa data atau informasi pribadi yang bisa diintip/dicuri dari pengguna internet tanpa disadari saat berkunjung atau menjelajah ke situs internet.

1. Lokasi

Pada saat mengakses sebuah situs, maka admin situs dapat dengan mudah mengetahui lokasi pengguna berada saat ini. Jika menggunakan browser Chrome, pengguna akan diminta memberikan persetujuan terlebih dahulu ketika situs yang sedang dikunjungi ingin mengakses informasi lokasi.

Maraknya penggunaan smarthpone yang didalamnya sudah tersemat chip GPS juga menjadikan pengunjung kian rentan terekspose lokasinya. Sementara bila pengguna mengakses dari PC, informasi lokasi yang diperoleh biasanya hanya mengandalkan pada informasi yang disediakan oleh ISP yang digunakan, dengan akurasi yang tentu saja sangat rendah.

Meski informasi lokasi yang diberikan sangat rawan disalahgunakan, tetapi di satu sisi informasi tersebut terkadang dapat pul dimanfaatkan oleh admin situs untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada pengunjungnya, dimana disesuaikan dengan lokasi mereka berada. Contohnya pada situs belanja online atau pemesanan tiket, yang mana admin situs dapat mendeteksi secara langsung lokasi keberadaan saat ini dan memberikan saran yang lebih relevan  kepada pengguna.


2. Hardware

Ketika pengunjung tengah asyik berselancar di dunia maya, perangkat yang digunakan untuk mengakses internet tentu akan secara otomatis mengirimkan beberapa informasi yang mencakup diantaranya chipset yang digunakan, GPU, resolusi layar hingga persentase baterai perangkat yang tersisa.

Upaya untuk memperoleh informasi hardware perangkat ini selain dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang negatif juga bisa dimanfaatkan pula untuk hal-hal lain yang lebih positif. Contohnya dengan mengetahui berapa jumlah RAM yang terpakai saat pengunjung sedang mengakses situs, maka pemilik situs dapat menentukan langkah-langkah optimasi agar kapasitas RAM perangkat yang terpakai dapat dikurangi sehingga dapat meringankan kinerja perangkat yang pada gilirannya dapat meningkatkan pengalaman pengguna saat sedang menjelajahi situs berkaitan.

3. Software

Browser yang digunakan mengakses internet pada umumnya akan memberitahukan kepada pengguna dan juga pemilik situs mengenai beberapa informasi yang berkaitan dengan software atau sistem operasi yang berjalan di perangkat untuk browsing. Dengan mengetahui sistem operasi atau software yang digunakan, pemilik situs dapat menawarkan iklan yang relevan kepada para pengunjungnya.

Contohnya ketika mengakses situs tertentu, pengunjung akan diarahkan untuk mengunduh aplikasi resmi Android atau iOS dari situs berkaitan agar bisa menjelajahi seluruh konten yang ditayangkan dengan lebih nyaman.

 

4. Jaringan

Situs yang dikunjungi biasanya akan mendeteksi jaringan apa yang digunakan. Dengan mendeteksi jaringan itu maka pemilik situs dapat menentukan layanan apa yang paling cocok untuk diberikan kepada pengunjung. Contohnya ketika sedang menonton video YouTube, resolusi video yang ditayangkan akan disesuaikan dengan ecepatan internet yang sedang digunakan. Pengunjung juga terkadang mendapatkan tayangan iklan promo yang relevan dengan ISP yang mereka gunakan.

5. Riwayat

Riwayat jelajah atau browsing history juga kerap dijadikan bahan oleh pengelola situs untuk menayangkan iklan atau konten yang disesuaikan dengan minat pengunjung. Dengan menggunakan algoritma tertentu, para pemasang iklan dapat menayangkan iklan sesuai dengan target pasar yang mereka inginkan.

Seluruh informasi tersebut biasanya akan disimpan dalam cookie yang secara default aktif. Jika Anda tidak ingin membagikan informasi situs apa saja yang pernah Anda kunjungi, Anda bisa menghapusnya dengan masuk ke Settings->Show advanced settings->Privacy->Content Settings->Cookies.

6. Sosial Media

Berhati-hatilah saat mencoba mengklik tautan yang ada di web-web yang kurang terpercaya. Dengan memanfaatkan teknik clickjacking, pengguna yang sudah mengklik tautan tersebut dan masuk ke situs sosial media seperti Facebook nantinya akan sangat rentan untuk dikendalikan.

Begitu pengguna berhasil masuk, hyperlink yang dihasilkan akibat keteledoran tersebut nantinya akan mencoba mengambil kendali akun sosial media Anda dengan cara mengirimkan postingan atau menyukai sebuah halaman hingga mengirimkan tautan berbahaya ke seluruh orang yang ada di friendlist tanpa sepengetahuan pengguna. (glg/wr)

Sumber : Android Authority