Atrk

5.000 Kapal Penangkap Ikan Siap Gunakan VMS Indosat Ooredoo


Sesuai peraturan kementerian No.48/PERMEN-KP/2015 yang mewajibkan setiap kapal perikanan berukuran lebih besar dari 5GT yang beroperasi di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) untuk memasang transmitter SPKP yang dilengkapi dengan logbook, Indosat Ooredoo Business bersama dengan SISFO meluncurkan inovasi baru berupa solusi Sistem Pemantau Kapal atau Vessel Monitoring System (VMS) yang pertama di Indonesia.

Layanan VMS ini terdiri dari perangkat junction box, access point, transmitter hybrid dan monitor, berbeda dengan solusi lain yang hanya menyediakan informasi seperti jenis ikan dan peraturan di perangkat mobile/smartphone. Solusi VMS akan menginformasikan pergerakan kapal dan aktifitasnya, informasi produksi tangkap ikan termasuk informasi keselamatan dan kondisi kapal kepada pemilik dan pihak yang berkepentingan.

Solusi VMS juga dilengkapi dengan dengan sistem e-logbook yang mencatat spesifikasi alat penangkap ikan, area operasi penangkapan ikan dan produksinya secara real-time. Dengan fitur tersebut dan penggunaan jaringan hybrid selular dan satelit, pemerintah akan mendapatkan informasi aktifitas kapal yang akurat. Sementara bagi nelayan, VMS sekaligus memberikan solusi komunikasi antar kapal dan kapal ke darat yang efisien.
 
“Sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, Indosat Ooredoo siap untuk mendukung industri perikanan di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi digital. Bekerja sama dengan SISFO, kami bangga dapat ikut mensukseskan program pemerintah dan membantu para nelayan dengan Vessel Monitoring System, solusi teknologi IOT buatan anak bangsa Indonesia untuk bidang perikanan tangkap yang pertama ada di Indonesia”, ungkap Hendra Sumiarsa, Division Head M2M and IoT Solutions Indosat Ooredoo.
 
Bersama dengan SISFO, untuk tahap pertama, Indosat Ooredoo siap untuk mendistribusikan solusi VMS di lima pelabuhan perikanan besar di Indonesia yaitu Probolinggo, Bitung, Karangsong, Belitung dan Pekalongan dengan estimasi 5.000 kapal penangkap ikan.

Rate this item
(0 votes)