pulsa-logo

Kontrol Kualitas Samsung Galaxy S8 Diperketat


dian iskandar

Jum'at, 20 Januari 2017 • 13:06

samsung,galaxy,galaxy S8,samsung galaxy S8,harga samsung,fitur samsung,fitur galaxy s8,harga galaxy s8


ilustrasiilustrasi

Berkaca pada pengalaman pahit dan kegagalan  Samsung Galaxy Note 7  yang  ditarik dan dihentikan penjualannya di seluruh dunia karena kerentanan   resiko  meledak di baterainya, kini Samsung Electronics  mengatakan bahwa  mereka akan meningkatkan kontrol kualitas (QC – Quality Control)  untuk produksi Samsung  Galaxy S8 yang merupakan smartphone andalan  berikutnya yang akan diluncurkan oleh Samsung.  

Meski hingga kini Samsung belum mengungkap penyebab pasti kebakaran dan meledaknya baterai Samsung Galaxy Note 7, namun banyak pihak dan media lokal  setempat di Korea Selatan memprediksi bahwa Samsung kemungkinan akan menunda peluncuran Samsung Galaxy S8  hingga ke akhir April 2017.

Seperti dilansir dari Koreatimes, menurut keterangan seorang  petinggi di Samsung, saat ini Samsung  menetapkan  pengetatan dan  memperkuat control kualitas (QC) untuk produksi  Samsung Galaxy S8. "Setelah kejadian pahit Samsung Galaxy Note 7, kami menempatkan prioritas pada keamanan pelanggan pada semua  formasi produk kami dan memperkuat kontrol kualitas produksi kami."  Ujar seorang pejabat Samsung.  

Prediksi  sebelumnya adalah bahwa Samsung akan mengungkap handset  generasi terbarunya tersebut  di event  Mobile World Congress (MWC)  yang akan digelar bulan depan. Dan kabarnya, diproses produksi  Samsung Galaxy S8 nantinya, Samsung  akan menitikberatkan  pada penyebab kebakaran baterai  di Samsung Galaxy Note 7 untuk sebagai pelajaran berharga saat memproduksi Galaxy S8.

Meskipun belakangan ini banyak  rumor yang beredar tentang  Samsung Galaxy S8, namun sejauh ini belum banyak  informasi terkait dengan  spesifikasinya. Pada bulan November, Rhee di-jong ( Vice President  Samsung Electronics) mengisyaratkan bahwa Samsung Galaxy S8 akan dibekali dengan  teknologi kecerdasan buatan  (AI) yang  adalah langkah pertama  Samsung untuk membangun sebuah platform AI terbuka di mana semua internet yang perangkat hal bisa dihubungkan melalui kontrol suara melalui fungsi AI di perangkat smartphone.  

Saat itu, menurut Rhee di-jong,  ekosistem AI terbuka akan memungkinkan aplikasi perangkat lunak dengan lebih mudah untuk menjalankan tugas-tugas mereka sendiri yang  diperintahkan oleh penggunanya. (Nariswari)

Sumber: Koreatimes