pulsa-logo

Perusahaan Jepang Ini Dipercaya Garap Baterai Galaxy S8


Woro Ari Prianto

Jum'at, 03 Februari 2017 • 11:12

samsung,galaxy s8,baterai


Samsung Galaxy S7 edge (foto: CNET)Samsung Galaxy S7 edge (foto: CNET)

Berkaca dari insiden meledak dan terbakarnya baterai di Samsung Galaxy Note7, banyak orang kemudian skeptis terkait baterai yang akan dipakai di calon ponsel flagship terbaru dari vendor asal Korea Selatan itu, Galaxy S8.

Ada semacam kekhawatiran kejadian serupa bakal terulang kembali di Galaxy S8. Imbasnya Samsung dikabarkan telah membuat beberapa perubahan terkait pemasok baterai untuk Galaxy S8.  

Berdasarkan kabar yang diperoleh dari media lokal Korea, Korea Economic Daily, beberapa narasumber terkait rantai pasokan komponen baterai untuk Samsung menyebutkan bahwa Samsung akan memberikan kepercayaan soal pasokan baterai dari Galaxy S8 kepada sebuah produsen komponen baterai berbasis di Jepang bernama The Murata Manufacturing Company.

 

The Murata Manufacturing Company adalah produsen komponen baterai yang diketahui mengambil alih pisi baterai Sony di tahun lalu, demikian dikutip dari SamMobile, (03/02/2017).

 

Korea Economic Daily pun menyebutkan jika Samsung akan menerapkan strategi mencari pemasok  tak tetap untuk menyediakan pasokan komponen baterai sebanyak 2-8% dari total jumlah komponen baterai yang dibutuhkan guna memenuhi jumlah total dari kebutuhan perangkat Galaxy S8.


Sebagian besar komponen baterai akan dibuat oleh Samsung SDI, yang merupakan pisi dari perusahaan yang memproduksi baterai untuk smartphone buatan Samsung sendiri. Di sisi lain, produsen Cina, ATL (Amperex Technology Ltd) ditekan untuk meningkatkan produksi baterai selama  penarikan (recall) gelombang pertama dari Galaxy Note7.

Rumor lainnya juga menyebutkan jika LG (LG Chem) dikatakan ikut ambil bagian dalam memasok baterai untuk  Samsung Galaxy S8. (nrs/wr)

Sumber: SamMobile