pulsa-logo

Baterai Penyebab Utama Masalah Samsung Galaxy Note 7


dian iskandar

Selasa, 07 Februari 2017 • 13:32

Baterai Penyebab Utama Masalah Samsung Galaxy Note 7


Bagian baterai Sasung Galaxy Note 7, sumber: ifixit.comBagian baterai Sasung Galaxy Note 7, sumber: ifixit.com

Pasca terbakar dan meledaknya Samsung Galaxy Note 7 yang berbuntut pada  recall, penghentian produksi dan penghentian penjualan  smartphone tersebut dari seluruh retail dan jaringan operator di seluruh  dunia, menjadikan banyak pihak untuk   mempertanyakan ke Samsung apa gerangan akar penyebab masalah tersebut.

Menurut Pemerintah Korea Selatan seperti dilansir dari GSMArena,   mereka menyalahkan komponen  baterai sebagai penyebabnya. Samsungpun belum memberikan keterangan apapun ke  pemerintah  Korea Selatan  terkait dengan masalah tersebut.  Bahkan  belum mengkonfirmasi temuan apapun dari penyelidikan atau investigaasi yang dilakukan oleh  Samsung.

Beberapa waktu yang lalu, Samsung melalui jumpa pers sempat  mengumumkan bahwa  baterai adalah satu-satunya hal yang harus disalahkan untuk semua insiden  yang terjadi di  Samsung  Galaxy Note7. Samsung  pun  telah  secara  rinci  menjelaskan  prosedur pengujian yang merombak total untuk semua baterai yang dipasok untuk Samsung Galaxy Note 7.  Samsung juga mengatakan bahwa mereka  akan meningkatkan  proses manufaktur untuk keamanan yang lebih baik.

Badan Korea  Untuk Standar Keselamatan Teknologi,   di bawah yurisdiksi Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan, telah melakukan penyelidikan terpisah terkait Samsung Galaxy Note7, dan temuan-temuan tersebut  dipublikasikan hari ini. Badan tersebut   menemukan fakta bahwa  baterai yang diproduksi oleh kedua  pemasok  yakni  Samsung dan ATL menjadi biang keladi bagi semua kebakaran  dan meledaknya  Samsung  Galaxy  Note7.

Kurangnya isolasi yang tepat dan elektroda rusak dalam komponen  baterai membuat komponen baterai   menjadi  sangat berbahaya. Pesatnya pertumbuhan di bidang manufaktur baterai, peraturan keselamatan tidak cukup, dan Pemerintah Korea Selatan juga menyalahkan  prosedur pengujian terbatas yang dilakukan oleh Samsung.

Dalam Siaran pers  yang diterbitkan oleh Pemerintah Korea, juga menekankan bahwa  Badan Korea  Untuk Teknologi dan Standar Keselamatan Teknologi,  menguji  segala sesuatu  komponen  yang lain dan tidak menemukan masalah lain, selain baterai.   

Hal inilah yang mendorong  Pemerintah Korea Selatan menggarap  peraturan baru sehingga kegagalan Note7 tidak terulang lagi. Peraturan ini diberlakukan tak hanya  untuk baterai yang diproduksi di Korea Selatan, tetapi untuk semua baterai yang diimpor dari luar juga.


Meskipun peraturan baru yang diharapkan akan berlaku mulai tahun depan, Samsung telah mengumumkan prosedur baru dalam proses manufaktur baterai yang akan mencegah masalah seperti yang pernah terjadi lagi. (Nariswari)

Sumber: GSMArena