pulsa-logo

2016, Penjualan Ponsel Huawei Meningkat, Tapi Keuntungan Turun


dian iskandar

Senin, 13 Februari 2017 • 11:26


fotografer: D.Iskandar / Tabloid PULSAfotografer: D.Iskandar / Tabloid PULSA

Tahun 2016 Huawei sukses menjadi pabrikan smartphone terbesar etiga dunia. Huawei sesumbar bahwa pada 2021 perusahaan berlogo bunga lili merah itu akan menjadi produsen smartphone top di seluruh dunia, mengalahkan Apple dan Samsung.

Huawei tampaknya sudah pada jalur yang benar. Di 2016, Huawei berhasil meningkatkan penjualan 30% pada 2016 dibanding tahun sebelumnya, cukup mengesankan. Sayangnya, pertumbuhan Huawei itu tidak cukup mendongkrak keuntungan yang lebih baik. Keuntungan dari kelompok produk konsumen Huawei, smartphone salah-satunya , pada tahun lalu sebesar 2 miliar dolar AS pada tahun lalu.

Angka ini menunjukkan penurunan 10% dari 2,2 miliar dolar AS yang berhasil diraih pada 2015, dan gagal mencapai 2,5 milyar dolar AS sebagai target Huawei. Meski begitu, pendapatan untuk kelompok produk konsumen naik sebesar 42% menjadi 26 miliar dolar AS.

Peningkatan penjualan dan pendapatan biasanya akan menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi. Faktanya malah Huawei tidak menunjukkan margin semakin menipis karena biaya yang lebih tinggi. Harga harga komponen akan naik karena lebih banyak fitur yang ditambahkan pada ponsel Huawei. Dan biaya yang dikeluarkan oleh Huawei sebagai perusahaan besar juga secara alami meningkat seperti untuk pemasaran. Tapi ini sejalan dengan misinya menjadi pemain smartphone papan atas pada 2021.

Kabarnya, Huawei telah menetapkan beberapa target internal yang tinggi untuk 2017. Termasuk menggandakan keuntungan dari kelompok usaha konsumen menjadi 4 miliar dolar AS. Tapi apakah Huawei tetap bisa menjaga pertumbuhan penjualan yang berbandng luruh dengan keuntungan di 2017? Kita lihat saja nanti. (*)

Sumber: Phonearena