pulsa-logo

Ilmuwan Kembangkan Baterai Ponsel Berdaya Tahan Lama Dengan Bahan Ini


dian iskandar

Selasa, 14 Februari 2017 • 11:42

Ilmuwan Kembangkan Baterai Ponsel Berdaya Tahan Lama Dengan Bahan Ini


ilustrasi, sumber gambar: cycleworld.comilustrasi, sumber gambar: cycleworld.com

Makin  majunya teknologi yang dijalankan di smartphone, tentu  idealnya berbanding lurus dengan  kekuatan baterai  yang menopang kinerja keseluruhan perangkat. Dan tentu saja, baterai memainkan salah satu peranan besar dalam operasional perangkat pintar.  Menyadari  hal tersebut, tidak sedikit vendor yang berlomba-lomba mengembangkan teknologi  yang berkaitan dengan baterai. Mulai dari teknologi  pengisian daya super cepat  hingga  kapasitas  daya baterai jumbo. Namun beberapa peneliti di Harvard University mengembangkan  teknologi baterai berdasarkan air yang selama ini mungkin tidak terpikirkan oleh banyak orang.

Seperti dilansir dari Androidheadlines, para peneliti di Harvard  yang dikepalai oleh  John A. Paulson  yang membidangi Fakultas  Teknik dan Ilmu Pengetahuan Terapan mengembangkan teknologi baterai yang melibatkan elemen atau unsur air  yang menggunakan zat kapasitif  yang dilarutkan dalam larutan berbasis air PH-netral.

Terobosan ini meningkatkan pada arus teknologi baterai  dengan menggunakan inti daya baterai  yang tidak beracun, tidak mengalami  korosi, dapat menghemat  penggunaan daya baterai saat digunakan di perangkat dan lebih lama dari baterai biasa, dan  diproduksi dengan ongkos produksi  yang jauh lebih rendah dibandingkan solusi baterai smartphone biasa.

Berkat perubahan molekul yang membuat bahan kimia kapasitif yang larut dalam air, sel baterai  generasi terbaru yang dikembangkan oleh peneliti di Harvard ini menunjukkan “masa hidup” yang  lebih lama daripada kebanyakan teknologi baterai saat ini.  Daya baterai  ini kehilangan hanya 1 persen dari total kapasitas muatan untuk setiap 1.000 siklus.

Pengembangan baterai smartphone  jenis baru  ini  adalah upaya keras dari para ilmuwan dari upaya untuk mencari tahu  penyebab degradasi daya baterai, termasuk  soal mencari tahu bagaimana untuk mematuhi prinsip-prinsip teknologi baterai alternative  baru  yang  menerapkan unsur terbarukan, seperti misalnya air.

Jawabannya akhirnya adalah  ferrocene, molekul yang tidak hanya melakukan pekerjaan yang mengagumkan menggantikan elemen yang bersangkutan, namun berhasil membuat senyawa kapasitif yang digunakan dalam baterai yang larut dalam air. Ferrocene  memiliki solusi tersuspensi dalam air baterai seperti minyak , seperti halnya dengan teknologi baterai biasa yang selama ini kita kenal.

Konsep baterai baru ini tidak hanya meningkatkan  efisiensi biaya dan penyimpanan energi, tetapi juga telah terbukti sangat efektif dalam pengujian awal untuk mengungguli baterai lithium-ion yang saat ini banyak  digunakan di berbagai jenis perangkat elektronik konsumen, termasuk di smartphone.


Ini berarti bahwa baterai generasi  baru ini bisa menjadi inovasi terbaru yang bisa menjadi alternative cerdas untuk dapat digunakan di smartphone, setelah melalui sertifikasi dan serangkaian pengujian  dari badan regulasi setempat.

Baterai  generasi terbaru  ini masih dalam tahap prototipe, dan belum diketahui apakah nantinya akan dikembangkan untuk diproduksi massal untuk produksi atau tidak.  (Nariswari)

Sumber: Androidheadlines