pulsa-logo

Update Layanan 4G LTE Telkomsel, XL, dan Smartfren


Arief Burhanuddin

Senin, 20 Februari 2017 • 13:07

telkomsel 4G,smartfren 4G, XL 4G,Indosat 46,Layanan 4G LTE, update 4G LTE,


Sejak diresmikan oleh presiden Joko Widodo pada tanggal 11 Desember 2015 lalu, operator terus berupaya memperbaiki layanan 4Gnya. Selain memperkenalkan berbagai teknologi baru sambil menambah kecepatan aliran data, mereka juga terus berupaya memperlebar jangkauannya ke berbagai kota di Indonesia. Tak hanya kota-kota dan pulau besar, mereka juga merambah ke daerah-daerah strategis seperti destinasi wisata dan daerah pelosok. Lalu bagaimana kiprah operator Telkomsel, XL, dan Smartfren dalam meningkatkan mutu layanan 4Gnya?

Telkomsel

Telkomsel tampaknya cukup gencar ‘menggempur’ destinasi-destinasi wisata dengan layanan 4Gnya. Tercatat, Telkomsel telah melakukan optimalisasi jaringan di 11 destinasi wisata utama Indonesia, yakni Borobudur (Jawa Tengah), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Toba (Sumatera Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Tanjung Lesung (Banten), Morotai (Maluku Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Bunaken (Sulawesi Utara), dan Raja Ampat (Papua Barat).

Terakhir, Telkomsel merambah wilayah Mandalika Lombok Tengah. layanan 4G Telkomsel telah menjangkau hampir 100% wilayah populasi Mandalika yang di antaranya meliputi Pantai Kuta, Pantai Serenting, Pantai Tanjung Aan, Pantai Keliuw, dan Pantai Gerupuk. Secara total layanan 4G Telkomsel telah menjangkau lebih dari 70% wilayah populasi Lombok, termasuk Kota Mataram dan Senggigi.

"Kami telah menggelar jaringan 4G LTE berkualitas untuk mempermudah wisatawan yang ingin berbagi dan menyebarkan eksotisme Mandalika ke seluruh dunia. Inilah wujud nyata dukungan Telkomsel dalam membangun industri pariwisata Tanah Air," kata Direktur Network Telkomsel, Sukardi Silalahi

XL Tingkatkan Jaringan dan Jangkauan

Direktur/Chief Service Management Officer XL, Yessie D. Yosetya mengatakan bahwa hingga akhir tahun 2016 lalu, sebanyak hampir 100 kota/area terlayani dengan 4G LTE. Ini artinya jaringan 4G LTE XL telah menjangkau 53% populasi.


XL juga terus berinovasi dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas jaringan 4G LTE dengan implementasi BTS 4.5G ready yang akan mendukung teknologi-teknologi 4.5G tanpa perlu upgrade BTS. Teknologi 4x4 MIMO dengan menggandakan jumlah cabang antenna BTS dari 2x2 menjadi 4x4 telah diimplentasikan di Jabotabek, Bandung, kota-kota di Jawa Tengah, DIY, Surabaya dan Denpasar dan memberikan manfaat kenaikan kecepatan data, kekuatan penetrasi sinyal dan kestabilan akses data.

BTS 4.5G ready ini juga sudah mendukung teknologi high modulation 256 QAM yang akan menaikkan kecepatan layanan data 30% diatas jaringan 4G. BTS 4G LTE XL juga sudah siap untuk implementasi penggabungan frekuensi LTE 1800 MHz dengan LTE 2100 MHz (Carrier Aggregation) dan akan mulai diimplementasikan bila teknologi netral di 2100 MHz sudah di berikan ijin oleh pemerintah guna memberikan kapasitas yang lebih lebar pada layanan data yang dari tahun ke tahun meningkat secara tajam.

Untuk tahun 2017, XL juga terus meningkatkan kualitas layanan data melalui perluasan layanan 4G LTE di wilayah-wilayah yang memiliki kebutuhan data tinggi di Indonesia. Untuk itu, pembangunan jaringan fiber optic juga akan terus digelar, terutama di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Selanjutanya, Yessie D. Yosetya juga mengatakan, “Peningkatan kualitas jaringan merupakan salah satu bagian penting dari upaya XL meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh.

Semakin baik kualitas jaringan akan menopang semua aspek kualitas layanan. Upaya tersebut meliputi dua hal, yaitu peningkatan kapasitas dan ekspansi jaringan. Peningkatan kapasitas antara lain dilakukan dengan memperbesar alokasi jaringan hingga 3x lipat . Sementara itu untuk ekspansi meliputi wilayah Jawa dan luar Jawa. Untuk Jawa, dikhususkan di daerah yang selama ini belum ter-cover layanan 3G secara memadai.

Smartfren

Di awal tahun 2017 ini, Smartfren mengklaim telah menambah dukungan 4G LTE miliknya ke lebih banyak kota. Tercatat, total ada 200 kota di seluruh Indonesia yang sudah dikover oleh jaringan 4G Smartfren.

Jika ditarik ke belakang di awal peluncurannya, layanan 4G LTE milik Smartfren hanya menjangkau 22 kota. Ini artinya, mereka telah menambah jangkuan 178 kota baru.

Kota-kota yang sudah dapat mengakses layanan 4G LTE Smartfren tersebut diantaranya adalah Jakarta, Tangerang, Serang, Bogor, Bekasi, Cirebon, Semarang, Surakarta, Aceh, Sabang, Padang, Palembang, Bandar Lampung, Lahat, Batam, Makassar, Manado, Banjarmasin, Balikpapan, Pontianak, dan Samarinda.

Smartfren sendiri memilih pendekatan yang agak berbeda dengan menggabungkan teknologi Frequency Division Duplex (FDD) yang bekerja di frekuensi 850 MHz dengan teknologi Time Division Duplex (TDD) di frekuensi 2.300 Mhz.

Terdapat pembagian ‘tugas’ diantara kedua teknologi ini. Jika FDD memiliki kemampuan jangkauan sinyal 4G LTE yang lebih luas, maka TDD lebih berfungsi untuk menjaga kecepatan akses internet. Smartfren saat ini mengklaim telah memiliki 1 juta pelanggan 4G LTE.