pulsa-logo

Catatan MWC 2017: Kamera-Kamera yang Jadi Pembeda


Arief Burhanuddin

Jum'at, 03 Maret 2017 • 17:19

huawei, oppo, lg, sony, sony xperia xz premium, huawei p10, huawei p10 plus, lg g6


Lupakanlah soal spesifikasi hardware, jenis prosesor, besaran RAM atau angka apapun yang menyertai dapur pacu sebuah smartphone.

Jika Anda sempat melihat papan reklame smartphone yang bertebaran saat ini, 70% lebih akan bertutur tentang keunggulan fitur kameranya. PULSA sendiri belum pernah melihat iklan smartphone yang menulis spesifikasi rumitnya  dengan huruf yang besar-besar nan mencolok mata. Hampir semua produk bertutur tentang keunggulan kamera

Hal ini membuktikan bahwa saat ini, kamera merupakan magnet terbesar yang digunakan oleh produsen smartphone untuk menarik calon konsumennya. Entah kamera depan, atau kamera yang ada di belakang, semua diperbaharui (dan juga diperbanyak!) demi mendapatkan cinta sang konsumen.

Fenomena ini mau tak mau memaksa vendor untuk memeras otak, berinovasi, dan juga berinvestasi demi meraih eksistensi dan merebut pasar. Dan hal itu terlihat dalam ajang perhelatan teknologi seluler terbesar di dunia, Mobile World Conggres yang berlangsung di Barcelona Spanyol tanggal 27 hingga 3 Maret ini. Vendor-vendor seperti Huawei, Oppo, Sony, dan LG berlomba mengedepankan inovasi kamera mereka. Beberapa mulai mengadopsi konsep dual kamera belakang, sementar yang lain mencoba melakukan lompatan teknologi mendekati kamera profesional.

Huawei

Berbekal dual kamera, -satu kamera monokrom 12 Megapiksel dan kamera warna 20 Megapiksel-, Huawei meneruskan tradisi inovasi kamera smartphonenya di dua jagoan terbarunya, Huawei P10 dan P10 Plus.

Kedua kamera belakang tersebut masing-masing dapat digunakan secara mandiri atau berkolaborasi dengan menggunakan fitur Leica Dual Camera 2.0. Anda dapat memadukannya untuk mendapatan efek fokus yang diinginkan dengan menggabungkan informasi yang ditangkap dari kedua sensor ini.


Sistem dual kamera pada Huawei P10 ini diklaim mengalami perbaikan dan menggunakan software yang lebih baik. Anda bisa lebih memaksimalkan efek bokeh pada gambar yang dihasilkan.  Yang jelas, modus bokeh baru ini jauh lebih baik hasilnya dibanding menggunakan serip P sebelumnya, baik dalam skema monokrom maupun full color.

LG

Ada perbedaan mendasar antara LG G6, jagoan yang baru diluncurkan di MWC 2017 dengan pendahulunya, LG G5. Jika LG G5 memiliki dua kamera belakang dengan resolusi yang berbeda, maka dua kamera utama G6 memiliki resoluis yang sama yaitu 13MP, satu untuk membuat gambar dengan sudut lebar dan satunya untuk gambar konvensional.

Keputusan LG untuk menggunakan dua kamera dengan resolusi sama dilakukan setelah mendengarkan feedback dari konsumennya. Dalam sesi briefingnya di Korea Selatan, LG mengatakan bahwa salah satu masalah terbesar dengan perangkat sebelumnya adalah bahwa lensa wide angle yang memiliki resolusi lebih rendah sering diperlakukan sebagai kamera keduakarena kualitas tidak setara dengan kamera utama.

Kamera wide angle LG G6 memiliki sudut lapang  125 derajat dan optical image stabilization. Kamera partnernya memiliki ruang tembak lebih sempit yaitu 71. Kamera wide angle memiliki aperture f / 2.4 sedangkan kamera konvensionalnya memiliki aperture yang lebih dangkal yaitu f / 1.8 lensa dan dapat menghasilkan bokeh lebih alami. Kedua lensa memiliki ukuran pixel 1.12μm, angka yang sama digunakan untuk kamera depan dengan resolusi 5MP.

Oppo

OPPO memanfaatkan momen MWC 2107 dengan emmperkenalkan apa yang disebut sebagai fitur 5x Dual-Camera Zoom.

Teknologi ini menawarkan kemampuan lossless zoom 5x pada smartphone yang menghasilkan standar lebih tinggi dibandingkan fungsi zoom 2x yang tersedia di pasaran saat ini.

Teknologi ‘5x Dual-Camera Zoom’ terinspirasi dari periskop yang terdapat pada kapal selam. Dual-camera terbaru ini menggunakan wide-angle dan lensa telephoto, sementara kerangka lensa telephoto menggunakan struktur periskop secara inovatif. Dengan menggeser sudut lensa telephoto sebanyak 90 derajat, lensa akan mendapatkan ruang yang diperlukan untuk kemampuan zoom secara mendalam. Prisma berstruktur periskop tersebut akan mengarahkan jalur cahaya yang masuk pada kamera melalui sudut 90 derajat, dan meneruskan gambar melalui lensa telephoto ketika pengguna memperbesar subjek atau objek foto.

Dengan adanya perangkat berstruktur periskop, teknologi 5x dual-camera ini dapat menjaga estetika smartphone karena hanya memiliki ketebalan sebesar 5,7mm,  yang bahkan 10% lebih tipis dari lensa smartphone optical zoom 2x.

Sony

Selain mengusung chipset terbaru Snapdragon 835 dan layar 4K, hal yang paling 'menyebalkan' bagi kompetitor Sony adalah performa kameranya yang luar biasa.

Sony telah memasukkan teknologi kamera kompak kelas premium dan menciptakan sistem kamera belakang baru yang diesebut Motion ke dalam Xperia XZ Premium.

Kamera utamanya memiliki sensor 19MP dengan ukuran piksel 19% lebih besar yang membantunya menangkap gambar secara rinci dan tajam dalam kondisi minim cahaya ataupun terkena backlit.

Yang menarik, sensor kamera terbaru Sony memiliki "memory stacked image sensor" , memori yang tertanam dalam sensor image yang membuatnya mampu merekam gambar ukuran HD dengan rerata 960 frame per detik. Ini artinya, Anda dapat membuat video dan memutarnya kembali dalam gerakan super lambat atau slow motion, empat kali lebih lambat dari pada smartphone lainnya.

Satu lagi, kamera utama XZ Premium juga dilengkapi teknologi Plus Predictive Capture, yang secara otomatis melakukan buffer tangkapan gambar, bahkan sebelum Anda memencet tombol kamera. HAl ini penting untuk memastikan Anda tak kehilangan momen saat ada kejadian-kejadian yang berlangsung sekejap. @ariefburhan/berbagai sumber