pulsa-logo

HTC Terpaksa Jual Pabrik, Guna Kembangkan Bisnis VR-nya


dian iskandar

Jum'at, 17 Maret 2017 • 09:25

HTC,HTC vive,headset VR,


Di balik lesunya penjualan unit smartphonenya, HTC melihat peluang  yang cukup menjanjikan dari bisnis headset VR.  Seperti Anda ketahui, penjualan HTCVive VR memilikiawal penjualan yang sangat bagus  bagi perusahaan ketika 140.000 unit terjual di tujuh bulan pertama. Setiap unit padahal dibanderol dengan harga yang tidak murah yakni 800 dolar AS.

Disepanjang2016, diperkirakan bahwa 450.000 unit HTC Vive VR telah ludesterjual, dengan membawa pendapatan kotor untuk perusahaan sebesar 360 juta dolar AS. Peluang emas inilah yang kemudian “ditangkap” oleh  CEOHTC, Cher Wang, yang  mengatakan bahwa VR lebih penting untuk HTC dibandingkan  dari bisnis smartphone-nya. Luar biasa bukan?

Meskipun HTC 10 diterima dengan baik oleh pasar, namun nyatanya angka penjualan smartphone ini tidak cukup menggembirakan. Bahkan smartphone terbaru HTC yakni  HTC U Ultra yang dibekali dengan desain  dan spesifikasi premium, diprediksi akan tetap sulit  untuk berkompetisi di segmen smartphone high-end.

Di titik inilah HTC menilai perlu mengembangkan sayap bisnisnya, tak hanya melulu di smartphone. Untuk itulah HTC dengan sigap melihat celah strategis di penggarapan headset VR. Akan tetapi, HTC perlumengumpulkan dana untuk terus memperluas pisi baru yang menjanjikan tersebut. HTC memang bisa menjual lebih banyak saham di Bursa Efek Taiwan. Namun, saham tetap dekat posisi terendah sejarah, diperdagangkan pada setara dengan 2,47 dolar AS per saham. Menjual saham HTC belum di “titik menguntungkan” jika dijual di lantai bursa.  Dan menjual obligasi dengan kondisi  perusahaan dalam posisi genting, ini  berarti membayar suku bunga yang tinggi. Inilah yang perlu dihindari oleh HTC.

Seperti dikutip dari Phonearena, HTC memutuskan untuk menjual pabrik miliknya yang terletak di Shanghai  yang seluas 114.000 meter persegi seharga USD$ 91 juta. Dan dana ini bisa digunakan  oleh HTC untuk penggarapan bisnis VR.  

Tanah dan pabrik HTC itu  dibeli oleh perusahaan lokal yakni Xingbao. Sementara uang dari hasil penjualan pabrik itu akan sangatmembantu HTC,perlu diingat bahwa berkat bisnis smartphone yang sedang  “terkepung”, HTC melaporkan kerugian operasional perusahaan sekitar USD$ 117 juta di  kuartal terakhir. (Nariswari)

Sumber: Phonearena