pulsa-logo

Pria Ini Tolak Tanda Tangani Syarat Penggantian Smartphone Samsung, Apa ALasannya?


dian iskandar

Rabu, 29 Maret 2017 • 11:06

Pria Ini Tolak Tanda Tangani Syarat Penggantian Smartphone Samsung, Apa ALasannya?


Sumber gambar: Android AuthoritySumber gambar: Android Authority

Seorang pria Singapura baru-baru ini menuntutpenggantian  perangkat Galaxy S7 Edge miliknya yang rusak. Namun dia mengatakan bahwa Samsung memberikan persyaratan yang  “tidak masuk akal” untuk proses penggantian unit tersebut.

Samsung meminta konsumen untuk menandatangani surat perjanjian yang isinya bahwa si konsumen tidak boleh mengkritik produk Samsung,  termasuk memposting berbagai keluhan yang  kemudiandiposting ke media sosial. Atau dengan kata lain, Samsung  tampaknya berusaha menekan pelanggan agar tidak menghancurkan citra dari Samsung.

Seperti dilansir dri Phonearena, cerita ini dimulai pada 23 Februari, ketika seorang pria Singapuratersebutmemiliki sebuah unit dari Samsung Galaxy  S7 Edge yang mengalami overheat hanya enam hari setelah dibeli. Si pria itu kemudianpergi untuk mengunjungi  retail Samsung  resmi untuk menukar unitnya dengan Samsung  yang baru. Namun pihak Samsung  menyodorkan persyaratan ke si pria untuk menendatangani surat kesepakatan, yang menyatakan:

“Dengan menerima peggantian smartphone, Anda setuju secara langsung atau tidak langsung (termasuk anonim atau dengan nama samaran) membuat, menciptakan masalah, mengeluarkan rilis, menyebarkanberita, mempublikasikan atau publikasi ulang ke media (termasuk tanpa batasan, bahkan ke media social seperti Facebook, Twitter, atau dengan cara lain di internet) ataumemberikan pernyataankepada orang atau badan tertentu, memberikan komentar atau pernyataan yang akan cenderung untuk meremehkan, menyimpang, mengkritik, mempermalukan atau menghina Samsung (termasuk di dalamnya menyangkut semua produk Samsung, jasa, karyawan, agen atau eksekutifdari Samsung)...”

Merasa aneh dan tertekan dengan permitaan Samsung tersebut,  si pria itu lalumenolak untuk menandatangani, dan kemudian urung untukmenukar  unit penggantian smartphone-nya yang overheat.

Dia memilih untuk menulis email ke Samsung, yang kemudian dijawabbahwa mereka akan mengevaluasi hal tersebut. Akan  tetapi Samsung  kemudian tidak pernah menulis email kembali.

Hingga sebulan setelah itu, pada 24 Maret, pelanggan tersebut menulis di halaman Facebook Samsung Mobile Singapura, di mana ia menerima jawabandari Samsung  bahwa perjanjian itu adalah"standar"dan sudah umum dilakukan oleh Samsung  dalam program  penggantian  unit smartphone yang  rusak.


Bahasa yang digunakan oleh Samsung di  program  penggantian ini sangat menarik, karena klaim pertukaran perangkat sebenarnya adalah"itikad baik" Samsung, meskipun smartphone itu sendiri memang masih berada di bawahmasagaransi. Akan tetapidalam kasus apapun, langkah  Samsung dengan memberikan semacam surat perjanjian tersebut terkesan seperti upaya Samsung untuk tetap menjaga pencitraannya dan mencegah badai media yang menyudutkan Samsung. (Nariswari)

Sumber: Phonearena