pulsa-logo

Implementasi Teknologi Penginderaan 3D Terkendala, Jadwal Rilis iPhone 8 Terancam Mundur?


Nariswari

Senin, 10 April 2017 • 11:44

Rilis iPhone 8, camera 3D ,layar OLED


foto: gsmarenafoto: gsmarena

Sejak beberapa bulan yang lalu, Apple ramai dikabarkan  sedang mempersiapkan  tiga iPhone generasi terbarunya yang diprediksi akan muncul di  musim gugur tahun ini  yang jatuh antara periode bulan  Oktober – November 2017.  Namun sebuah akabr terbaru yang dilansir dari GSMArena menyebutkan bahwa  Apple sepertinya membutuhkan waktu “sedikit lebih lama lagi”  untuk memperkenalkan iPhone 8 ke pasaran.

Kabar  terbaru tersebut  menunjukkan bahwa  Apple setidaknya akan memundurkan  jadwal peluncuran iPhone 8 sekitar satu atau dua bulan  kemudian. Salah satu penyebab dari mundurnya jadwal peluncuran  iPhone 8 ini adalah dikarenakan  masalah dengan teknologi penginderaan 3D  yang sangat rumit.

Teknologi  penginderaan 3D yang dikembangkan  oleh  Apple yang diperkaya dengan teknologi virtual  reality,  akan mengumpulkan data dan  gambar dari kamera depan dan kamera belakang perangkat menggunakan bantuan sensor inframerah khusus yang akan dimanfaatkan untuk pemotretan Selfie maupun untuk keperluan gaming. 

Menurut pernyataan narasumber yang beredar bahkan menegaskan kemungkinan penggunaan layar OLED pada iPhone 8.  Sementara  iPhone 7s akan tetap dibekali dengan jenis layar LCD. Sebagai catatan, sebelumnya sempat beredar informasi bahwa  Apple  telah memesan 70 juta unit komponen panel OLED kepada Samsung yang sekaligus menjadi indikasi kuat optimisme Apple akan kesuksesan penjualan iPhone 8 kedepannya.

Sementara itu, kabar terbaru  menyebutkan bahwa Apple akan mengusung kembali Smart Connector pada iPhone 8.  Kabar yang  datang dari blog teknologi Israel tersebut menyebutkan  adanya  kemungkinan  Apple akan  memanfaatkan Smart Connector yang memungkinkan aplikasi VR/AR untuk mengaktifkan konektivitas sekaligus proses pengisian daya perangkat. Apple kedepannya diperkirakan juga akan menyingkirkan seluruh port di perangkatnya dan menggantikannya dengan Smart Connector. (Nariswari)

Sumber