pulsa-logo

Penempatan Sensor Sidik Jari Samsung Galaxy S8 Dikritik


Arief Burhanuddin

Senin, 10 April 2017 • 16:53

samsung, samsung galaxy s8, harga galaxy samsung s8


Peluncuran Smartphone Flagship Samsung Galaxy S8 beberapa waktu lalu melengkapi gegap gempita rumor yang sebelumnya mandahului. Dan sejauh ini superphone yang terkesan kita yang paling adalah S8 Samsung.

 

Tampilan produsen Korea terbaru perangkat Android cantik dan jelas langkah dari pendahulunya, Galaxy S7 Edge, dengan sempit 'Infinity display' nya, layar melengkung dan edgeless baru yang mencakup seluruh depan perangkat yang masih terasa confortable di tangan meskipun lebih tinggi.

 

Samsung Galaxy S8 dan S8+ dianggap sebagai perangkat Android yang hampir sempurna, namun ada satu hal yang mengganjal..

 

Dilansir dari Forbes, para analis menyoroti penempatan sensor sidik jari di bagian belakang yang berdekatan dengan lensa kamera. Posisinya dianggap sangat canggung dan tidak wajar, padahal penempatan fungsi lainnya dianggap sudah benar.


 

Sensor sidik jari Samsung Galaxy S8 dianggap terletak terlalu tinggi di ponsel yang memang sudah tinggi ini. Hal ini menyulitkan pengguna untuk mencapainya tanpa menggunakan kedua tangan. Terkadang pengguna harus membalikkan perangkat untuk melihat bagian belakangnya dan memastikan bahwa benar mereka menyentuh sensor sidik jari dan bukan  sensor detak jantung, yang letaknya simetris berseberangan di sisi lain kamera. Jika di Galaxy S8 saja sudah kesulitan, bagaimana dengan Galaxy S8+ yang ukurannya lebih tinggi!

 

Letak pemindai sidik jari yang terlalu dekat dengan kamera menyebabkan pengguna kemungkinan besar juga akan menyentuh lensa kamera setiap kali akan membuka kunci telepon dan dapat meninggalkan noda pada lensa.

 

Sementara itu, Samsung diklaim telah mengakui cacat desain ini dan memutuskan untuk menampilkan pesan yang mengingatkan pengguna untuk secara teratur membersihkan lensa kamera.

 

Sejujurnya, tidak terlalu nyaman jika memiliki salah satu smartphone dengan kamera terbaik jika hasil fotonya kabur hanya gara-gara jejak jari-jari kotor dan berminyak bukan?

 

Sumber artikerl: Forbes