pulsa-logo

Ini Alasan Xiaomi Mi 6 Tidak Akan Rilis di Dua Tempat Ini!


Nariswari

Rabu, 26 April 2017 • 18:53

Xiaomi Mi 6, spesifikasi harga Xiaomi Mi,


Foto: gadgets.ndtvFoto: gadgets.ndtv

Xiaomi memulai operasinya di pasar AS dan Eropa pada tahun 2015 dengan menjual powerbank dan aksesoris audio. Kemudian pada 2016, perusahaan  elektronik dan smartphone  yang berbasis di Cina  tersebut juga meluncurkan perangkat  Mi Box di Amerika Serikat , namun Xiaomi  belum merilis smartphone di kedua pasar strategis tersebut. Jika Anda ingat,  mantan VP Xiaomi  yakni  Hugo Barra  sebelumnya sempat  mengisyaratkan bahwa Xiaomi sedang mempersiapkan diri untuk peluncuran smartphone  di Amerika Serikat. Hal ini  ternyata  bertolak belakang  dengan  pernyataan Wang Xiang, juga seorang Wakil Presiden di Xiaomi, yang  mengatakan bahwa Xiaomi  sejauh ini  belum  memiliki rencana untuk menembus  pasar smartphone  di Amerika Serikat  atau Eropa dalam waktu dekat.

Seperti dilansir oleh NDTV, dalam sebuah kesempatan wawancara dengan Engadget, Xiang mengatakan bahwa Xiaomi ingin fokus ke 30 negara yang saat ini dilayaninya dan Xiaomi menganggap bahwa  negara-negara tersebut  sangat potensial untuk   mendatangkan  keuntungan dan strategis bagi Xiaomi untuk  berkembang.

Xiang  mengkonfirmasi bahwa Xiaomi sejauh ini  tidak memiliki rencana untuk meluncurkan Mi 6 di  pasar Amerika Serikat  atau Eropa. Beliau  juga mencatat bahwa para insinyur dan team ahli  di Xiaomi  “terlalu sibuk” jika harus diminta untuk melakukan pengujian yang diperlukan untuk peluncuran smartphone tersebut di pasar  Amerika Serikat. Dengan sistem penjualan bundling operator, setiap operator tentu membutuhkan persyaratan yang akan berbeda-beda.

Namun demikian, Xiang sama sekali tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat nanti Xiaomi akan meluncurkan produknya di Amerika Serikat. Bahkan dalam sebuah wawancara  dengan  CNET, Xiang mengatakan bahwa  bisa saja smartphone Xiaomi  akan mulai diluncurkan  di pasar Amerika Serikat  dalam dua tahun ke depan yaitu pada tahun 2019.

Dalam wawancara lainnya, Xiang menjelaskan bahwa perusahaan tersebut telah mendapat momentum besar di negara-negara seperti India, Ukraina, Indonesia, dan Myanmar, dan ini ingin memfokuskan strategi pemasarannya  untuk memperkuat  kehadirannya di pasar-pasar tersebut. Ketimbang  untuk terburu-buru invasi ke negara maju seperti Eropa dan Amerika Serikat. (Nariswari)

Sumber