pulsa-logo

Facebook akan Siapkan 7500 Karyawan untuk Menyaring Konten Kekerasan dan Kebencian


dian iskandar

Kamis, 04 Mei 2017 • 09:12


ilustrasi/ image source: cyberbully.orgilustrasi/ image source: cyberbully.org

Facebook belum lama mengumumkan akan mempekerjakan 3.000 karyawan baru yang tugasnya akan memantau situs tersebut untuk mencari pelaku penyebar tindakan kekerasan dan kebencian. Karyawan baru ituakan bertugas mulai tahun tahun depan dan akan bergadung dengan 4.500 karyawan yang sudah lebih dulu memiliki tugas yang sama.

Konten video dan video siarang langsung menjadi sasaran utama dari pemeriksaaan.Seperti diansir dari Phonearena, selain kekerasan, CEO dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg mengatakan bahwa 7.500 karyawan tersebut akan menghapus postinganyang tidak diperbolehkan di Facebook termasuk "perkataan yang membenci dan eksploitasi anak".

Petinggi Facebook itu juga menambahkan bahwa Facebook akan terus bekerja sama dengan penegak hukum untuk membantu menghentikan seseorang yang berniat melakukanbunuh diri. Pada sebuah posting blog yang disebarkan kemarin, Zuckerberg menyampaikan sebuah cerita tentang seseorang yang sedang streaming video di Facebook Live. Di video tersebut, anggota Facebook ini berbicara tentang bunuh diri. Facebook menelepon polisi dan akhirnya mereka bisa mencegahnya.Zuckerberg menambahkan bahwa "dalam kasus lain, kami tidak begitu beruntung."

Facebook pernah dimanfaatkan oleh sejumlah orang untuk menayangkan video kekerasan secara real time, seperti pembunuhan seorang kakek berusia 74 tahun baru-baru ini yang ditembak mati dengan cara darah dingin sementara penyerangnya menayangkannya secara langsung. Beberapa saat setelah itu, seorang pria di Thailand membukukan video yang menunjukkan bahwa dia membunuh anak perempuannya yang berusia 11 bulan. Kedua video sudah lama bertengger di Facebook sebelum akhirnya diturunkan. Dan itulah yang Facebook mencoba menghindari dengan menambahkan monitor ekstra.(*)

Sumber: Phonearena