pulsa-logo

Inilah Cara Kerja Sistem Keamanan Printer Besutan HP


Galing

Selasa, 09 Mei 2017 • 22:02

Cara Kerja Sistem Keamanan Printer, harga HP , harga printer


foto doc galingfoto doc galing

Total perputaran data hingga tahun 2020 mendatang diperkirakan akan mencapai angka 40 Zettabyte atau setara dengan 40 juta GB. Dengan 25 milyar perangkat yang saling terhubung, ancaman keamanan yang terjadi akan mengalami lonjakan hingga 48% setiap tahunnya. Peningkatan ancaman keamanan yang berdampak pada kebocoran data tersebut membuat perusahaan harus menderita kerugian dengan jumlah rata-rata 7,7 juta dolar atau lebih dari 100 milyar rupiah.

Sementara itu dari serangan keamanan yang saat ini telah terjadi, 60% diantaranya bahkan dilaporkan menimpa printer. Kebocoran data yang terjadi pada printer tersebut ternyata tidak diimbangi oleh perhatian para IT Manager akan pentingnya melindungi keamanan printer. Dari hasil kajian terhadap 107 IT Manager yang dilakukan oleh lembaga survei Spiceworks menunjukkan hanya 18% diantara mereka yang menaruh perhatian pada sistem keamanan printer yang akan diimplementasikan.

Dari fakta-fakta yang mengejutkan diatas, tidaklah mengherankan bila HP pada akhirnya memutuskan untuk lebih memfokuskan usaha mereka dalam melindungi sistem keamanan printer yang mereka pasarkan untuk segmen bisnis enterprise. Melalui tiga pendekatan yang dilakukan, HP memastikan pemberian jaminan keamanan kepada perangkat, data dan dokumen sekaligus.

Pemberian jaminan kemanan terhadap perangkat diwujudkan oleh HP dengan menjejalinya dengan empat fitur yang secara rinci dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. HP Sure Start secara otomatis akan membandingkan kode BIOS yang tertanam pada perangkat dengan kode standar yang digunakan oleh HP. Bila pemindaian BIOS mendapati adanya ketidakcocokan keduanya, printer akan restart secara otomatis dan akan memerintahkan instalasi BIOS yang sesuai dengan standar baku yang berasal dari HP.
  2. Whitelisting yang disisipkan pada printer akan memeriksa secara keseluruhan firmware yang diinstal dengan firmware standar yang dipakai oleh HP. Sama seperti HP Sure Start, jika ada keganjilan yang ditemui pada pemeriksaan yang dilakukan, printer akan restart dan mengharuskan printer untuk melakukan instalasi ulang firmware yang sesuai.
  3. Run-Time Intrusion Detection secara terus menerus memindai ancaman keamanan yang terjadi layaknya sebuah program antivirus yang dipasang pada komputer.
  4. HP Jet Advantage Security Manager siap membantu IT Manager untuk memonitor seluruh printer yang digunakan pada instansi atau unit bisnis tertentu

Beralih pada jaminan keamanan data pada hard drive yang dibenamkan pada printer, HP menyiapkan tiga fitur yang dapat dipaparkan sebagai berikut:

  1. Authenticate User membantu printer untuk mencegah akses masuk dari pengguna lain yang tidak terotorisasi.
  2. Encrypt Data membuat seluruh data pada hard drive printer terenkripsi yang membuat data tidak akan dapat dibaca oleh pencuri atau peretas.
  3. Monitor for Threats senantiasa memeriksa ancaman keamanan yang terjadi serta menawarkan solusi untuk mengatasinya.


Sedangkan untuk jaminan keamanan dokumen, seluruh printer buatan HP siap memastikan seluruh dokumen yang tercetak sampai pada tangan orang yang berhak.

Demi merealisasikan hal tersebut, tiga langkah berikut coba diterapkan oleh HP:

  1. Workplace Privacy membuat pencetakan dokumen hanya dapat dilakukan setelah pengguna memasukkan PIN pada control panel printer. Dengan demikian pengguna yang akan mencetak harus mendatangi printer tersebut terlebih dahulu yang secara efektif akan mencegah kertas dokumen yang dicetak jatuh ke pihak lain yang tidak berwenang.
  2. Compliance memastikan alur kerja dokumen sesuai dengan yang telah ditentukan sebelumnya.
  3. Anti-Counterfeit siap mendeteksi upaya pemalsuan dan penambahan dokumen yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.