pulsa-logo

Hasil Benchmark Galaxy S8 Pecahkan Rekor Multi Core


Arief Burhanuddin

Senin, 15 Mei 2017 • 08:36

samsung samsung galaxy s8 samsung galaxy s8+ geekbench galaxy s8 geekbench score skor geekbench


 

Meski telah berlangsung beberapa minggu lalu, Hingga saat ini, gaung peluncuran Samsung Galaxy S8 dan Galaxy S8 + masih terus menggema. Raksasa teknologi Korea ini dianggap telah meluncurkan smartphone dengan kombinasi optimal antara spesifikasi, kinerja dan disain. S8 dan S8 + juga merupakan smartphone pertama dari Samsung yang menampilkan pemindai Iris. Bagi yang masih penasaran dengan kinerjanya, Hari ini PULSA melalui Wccftech  mendapatkan screenshoot hasil benchmark Galaxy S8. 

 

Jika berbicara soal performa, boleh dibilang kinerja Galaxy S8 dan Galaxy S8 + sangat 'buas'. Versi Amerika untuk S8 dan S8+ menggunakan prossor berarsitekstur 10nm Qualcomm Snapdragon 835. Untuk versi global, Samsung lebih memilih menggunakan chipset Exynos 8895, juga berteknologi 10nm dan diproduksi sendiri oleh Samsung. Dalam hal kinerja, terlihat bahwa S8  yang menggunakan jeroan Exynos lebih unggul dibanding rekan Amerika-nya yang menggunakan Snapdragon 835. Meskipun Samsung jugalah yang memproduksi chipset Qualcomm Snapdragon, raksasa teknologi Korea ini telah berulangkali membuktikan bahwa merekalah pembuat prosesor terbaik saat ini.

 

Hari ini PULSA mencapatkan screenshoot skor Geekbench untuk pengujian Samsung Galaxy S8. Angkanya ternyata memecahkan semua rekor untuk pengujian multi core. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya line up prosesor Exynos yang sebenarnya. 

 


 

Tes dilakukan dengan menggunakan varian internasional dari Samsung Galaxy S8. Hasilnya menunjukkan kinerja dalam mode single dan multi core.

 

Seperti yang bisa Anda lihat di atas, Samsung Galaxy S8 mencetak 7101 poin di untuk pengujian menggunakan aplikasi Geekbench dalam mode multi-skor, lebih tinggi dari perangkat lain yang ada saat ini. Sementara untuk skor single core, hasilnya tak terlalu emngesankan (2121 poin) dan masih lebih rendah dibanding iPhone terbaru milik Apple. Ini berarti, sepertinya Samsung masih memiliki pekerjaan rumah untuk arsitektur Mongoose-nya.

 

Meskipun menurunkan ukuran node, teknologi FinFET 10nm terbaru sebenarnya tidak dimaksudkan untuk mengejar performamelainkan lebih untuk untuk meningkatkan efisiensi konsumsi daya. Seberapa efektifkah teknologi ini bisa diterima konsumen? kita tunggu saja respon masyarakat atas produk-produk yang menggunakan teknologi tersebut.

 

Sumber artikel dan gambar: Wccftech