pulsa-logo

Google Umumkan Project Treble, Apakah Itu ?


Nariswari

Senin, 15 Mei 2017 • 12:22


Sudah bukan rahasia lagi, kecuali untuk perangkat Nexus dan Pixel, urusan update Android tergolong cukup lambat di perangkat lain. Sayangnya, sejauh ini tidak ada yang berhasil mengubah situasi tersebut.

Terkait dengan hal itu, Google nampaknya berpikir bahwa kondisi ini dapat diperbaiki, setidaknya dengan memasukkan basis modular ke dalam OS-nya, yang dimulai dengan rilis Android O pada akhir tahun ini.

Sampai saat ini, ada rangkaian panjang yang perlu Anda ikuti untuk melakukan pembaruan OS non-Nexus ataupun non-Pixel. Berikut adalah langkah-langkah yang diperlukan untuk pembaruan OS pada perangkat non-Google untuk membuatnya hadir di perangkat Android Anda:

Cukup rumit memang. Tapi dari sini Android akan mendapatkan "Vendor Interface" (VI), berkat upaya pengembangan platform baru, Google menyebutnya sebagai Project Treble. Tujuan VI adalah memisahkan "Vendor Implementation" (yaitu, perangkat khusus, perangkat lunak dengan tingkat rendah yang sebagian besar dikembangkan oleh produsen silikon), dari kerangka OS Android.

VI akan menempati antara kerangka kerja OS Android dan Vendor Implementation yang disebutkan di atas. Dan VI baru akan palidasi oleh Vendor Test Suite (VTS), yang serupa dengan Compatibility Test Suite (CTS) yang telah digunakan Google untuk pengujian aplikasi API. VTS akan memastikan kompatibilitas ke depan dari VI.

Manfaat dari pendekatan ini cukup jelas terlihat pada gambar ilustrasi yang dibuat oleh Google. Sebelumnya, VI perlu dikerjakan ulang setelah setiap update kerangka OS Android. Hal ini berpotensi mempercepat proses update bagi pengguna akhir. Tiap vendor handset masih akan menambahkan beragam fitur bawaan miliknya sendiri di bagian atas rilis Android baru. Dengan Project Treble, tidak ada pekerjaan tambahan yang dibutuhkan dari produsen silikon sebelum vendor smartphone bisa masuk ke proses itu.


Project Treble sudah ada di versi developer preview pertama untuk OS Android O, dan akan diluncurkan ke semua perangkat baru yang diluncurkan dengan Android O.

Selain semua ini, Google mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan produsen silikon dan vendor smartphone  untuk membuat beberapa perubahan kode mereka, seperti fitur spesifik untuk jaringan tertentu di negara tertentu, yang nantinya akandisesuaikan ke dalam Android Open Source Project Code. Itu berarti pengembang kode (misalnya, Sony dan Qualcomm) tidak perlu mengolah ulang perubahan kode untuk pembaruan perangkat lunak dan sistem operasi untuk setiap iterasi Android baru. (Naris/Ozi)

Sumber: GSMarena