pulsa-logo

Lima Pengumuman Penting di Ajang Google I/O 2017


Galing

Kamis, 18 Mei 2017 • 16:29


Seperti tahun sebelumnya, pada bulan Mei tahun ini Google menyelenggarakan sebuah ajang pertemuan developer yang lazim disebut sebagai Google I/O. Melalui acara yang digelar di dekat markas besar Google di Mountain View California, AS tersebut, Google mengumumkan banyak sekali inovasi baru yang dapat para developer manfaatkan untuk membuat berbagai macam aplikasi dengan beragam fungsi serta fitur yang bermanfaat. Pada penyelenggaraan tahun ini, Google memang tidak banyak memperkenalkan perangkat keras baru kepada khalayak. Namun demikian bukan berarti inovasi yang digulirkan lantas tidak menarik. Berikut lima pengumuman penting yang Google buat selama ajang temu developer I/O 2017 berlangsung:

1. Google Lens

Foto: BBCFoto: BBC

Meski aplikasi ini belum meluncur secara resmi, namun fitur yang dihadirkan oleh Google Lens memang terlihat menggoda. Aplikasi ini menggunakan teknologi pengenalan gambar untuk mengidentifikasi objek yang ditangkap oleh kamera secara real time. Ini artinya, Anda dapat mengarahkan kamera ponsel Anda ke bunga dan akan langsung tahu nama bunga tersebut.

Saat Anda membidikkan kamera ke stiker yang menempel di bagian belakang router Wi-Fi, Lens secara otomatis akan mengerti maksud gambar tersebut serta akan membantu Anda untuk menghubungkan perangkat ke jaringan Wi-Fi dengan menggunakan ID serta password yang ada pada stiker tersebut.

Dengan dibenamkannya kemampuan mengenali kebutuhan Anda berdasarkan bidikan objek gambar, aplikasi ini juga dapat pengguna manfaatkan untuk berbagai macam hal lainnya. Jika Anda mengarahkan kamera ke restoran yang ada di sekitar Anda, maka Lens akan membantu Anda untuk memberikan informasi lengkap mengenai jam buka, alamat, nomor telepon hingga menu makanan dan minuman apa saja yang dihidangkan di sana. Anda juga dapat meminta Lens untuk menunjukkan foto menu makanan yang Anda tidak ketahui. Menu makanan dan minuman dalam bahasa asing juga dapat diterjemahkan. Semuanya dapat dilakukan cukup dengan memberikan perintah suara.

2. Headset Daydream VR Mandiri

Foto: BBCFoto: BBC


Pada tahun 2016 lalu, Google telah mengumumkan kehadiran platform VR Daydream yang penggunaannya harus disandingkan bersama smartphone. Agar bisa mendapatkan pengalaman teknologi virtual reality, Anda harus memasukkan ponsel ke dalam headset VR terlebih dulu. Beberapa pengumuman kunci dibuat oleh pabrikan elektronik global Samsung yang secara jelas menegaskan dukungan smartphone Galaxy terhadap platform Daydream buatan Google. Adanya dukungan yang diberikan kepada Daydream tentu secara tidak langsung akan memukul penjualan Gear VR yang notabene merupakan headset VR buatan Samsung. Seperti telah diketahui, seluruh lini smartphone Galaxy saat ini hanya dapat berjalan dengan headset Gear VR dan Oculus VR yang dimiliki oleh Facebook. Perluasan dukungan yang diberikan tentu merupakan kabar gembira bagi konsumen karena di masa datang mereka nantinya akan dapat menikmati teknologi VR dengan menggunakan headset yang lebih murah.

Lebih menarik lagi, Google dan HTC pada ajang I/O 2017 ini juga mengumumkan kehadiran headset VR yang dapat bekerja secara mandiri tanpa bantuan smartphone. Selain dengan HTC, Google juga diketahui menjalin kerja sama pula dengan Lenovo untuk menggarap headset VR. Meski belum ada kepastian soal tanggal rilis dari headset yang digarap oleh kedua vendor tersebut, namun pengguna sudah dapat melihat fitur apa saja yang bakal dibenamkan dalam ajang Google I/O tahun ini. Salah satu fitur baru yang dapat pengguna jumpai adalah dengan disisipkannya teknologi pelacakan lokasi yang sanggup mendeteksi pergerakan langkah pengguna. Google berharap dengan adanya headset khusus yang disiapkan akan membuat adopsi teknologi VR akan terus meluas, meski salah satu kendala utamanya berupa keterbatasan penyedia konten yang ada belum dapat diatasi hingga saat ini.

3. Ragam Fitur Google Photo

Google Photo yang merupakan layanan penyimpanan awan album foto dan video dari Google nantinya akan mendapatkan banyak penambahan fitur baru yang akan membuatnya akan semakin canggih serta mudah untuk digunakan. Dengan memanfaatkan metode pembelajaran mesin atau ‘machine learning’, Google Photo dapat secara otomatis mengenali objek foto serta mengelompokkannya dibawah satu judul. Misalkan jika Anda mengambil foto ulang tahun pada hari yang sama, maka Google Photo akan memasukkannya di bawah judul ‘Pesta Ulang Tahun’. Pengelompokan cerdas yang diimplementasikan oleh Google Photo memungkinkan pengguna untuk lebih mudah menemukan foto yang mereka ambil sebulan atau bahkan setahun yang lalu cukup dengan memasukkan kata kunci tertentu.

Langkah selanjutnya yang ingin Google wujudkan pada Google Photo adalah dengan melengkapinya dengan opsi ‘sharing’ yang lebih kaya. Contohnya saat Anda mengambil foto bersama teman Anda, maka Google Photo akan memberikan saran kepada Anda untuk membagikannya kepada teman Anda tersebut. Agar proses pencarian foto dapat lebih mudah dilakukan, Google Photo juga dapat menyarankan kepada pengguna untuk mengelompokkan foto tersebut berdasarkan nama orang.

Demikian pula jika Anda mengambil foto buah hati Anda, maka foto tersebut akan secara otomatis dibagikan kepada pasangan Anda. Agar dapat menggunakan fitur tersebut Anda tentu harus mengaktifkan lebih dulu ‘shared libraries’ dengan nama-nama orang yang ingin Anda bagikan fotonya secara otomatis.

Gambar Saat Foto Jaring Menghalangi Hasil Foto (Foto: BBC)Gambar Saat Foto Jaring Menghalangi Hasil Foto (Foto: BBC)

Gambar Sesudah Jaring Dihapus (Foto: BBC)Gambar Sesudah Jaring Dihapus (Foto: BBC)

Terakhir bila foto yang dihasilkan terlihat kurang bagus, Google Photo bahkan juga dapat membantu Anda untuk menyingkirkan gangguan yang tampak dalam foto tersebut dengan memanfaatkan metode pembelajaran mesin serta kecerdasan buatan. Misalnya jika dalam foto tersebut ada objek yang tampak mengganggu keindahan pemandangan, maka Google Photo dapat membantu Anda untuk menghapusnya secara otomatis.

4. Visual Positioning System

Foto: BBCFoto: BBC

Sesuai dengan namanya, teknologi ini akan membantu Anda menemukan lokasi dengan menggunakan teknologi tampilan visual 3D. Dengan menggunakan projek Tango yang merupakan teknologi visualisasi 3D besutan Google, VPS dapat Anda manfaatkan untuk mencari  letak benda yang disimpan di sebuah bangunan yang besar. GPS dapat membantu Anda menemukan lokasi sebuah objek sementara dengan VPS letak persis benda tersebut dapat diketahui dengan visualisasi 3D. Kendala utama dari VPS ini adalah masih sedikitnya smartphone yang saat ini mendukung projek Tango. Hingga saat ini bahkan hanya ada satu ponsel buatan Lenovo yang telah mendukung teknologi tersebut.

5. Google Home dan Google Assistant yang Kian Canggih

Guna mengejar ketertinggalan dengan fitur asisten digital Alexa besutan Amazon, Google pun menegaskan akan menambahkan beberapa fitur baru pada Google Home yang membuat perangkat tersebut jadi terlihat lebih cerdas.

Fitur pertama yang disebut ‘Calling’ akan memungkinkan pengguna untuk membuat panggilan telepon menggunakan Google Home. Menariknya, panggilan telepon yang dibuat tersebut telah dibekali pula dengan teknologi pengenalan suara yang secara otomatis akan mengaitkannya dengan nomor ponsel masing-masing penghuni rumah. Sehingga bila Anda memerintahkan Google Home untuk membuat panggilan telepon, perangkat tersebut akan memanfaatkan nomor ponsel Anda. Demikian pula bila ayah atau ibu Anda ingin memerintahkan panggilan telepon kepada Google Home, perangkat tersebut juga akan menggunakan nomor ponsel masing-masing yang berbeda dengan nomor Anda.

Perangkat Google Home nantinya juga akan menyediakan informasi secara lebih pro aktif. Dengan demikian Anda akan bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan tanpa harus bertanya terlebih dulu. Fitur yang disebut ‘Proactive Assistance’ ini sementara ini bekerja saat Anda memanfaatkan Google Home dengan perintah suara.

Sedangkan untuk fitur ketiga yang disiapkan adalah dengan diriliskan Software Development Kit yang memungkinkan para pengembang untuk membuat aplikasi pihak ketiga yang dapat berintegrasi dengan Google Assistant. Fitur ini sebenarnya merupakan respon sang raksasa mesin pencarian tersebut atas fitur serupa yang telah lebih dulu hadir di Alexa buatan Amazon.

Google Assistant yang semula hanya dapat ditemui pada perangkat Android dan produk lain yang berkaitan dengan Google kini juga akan makin diperluas adopsinya dengan memboyongnya ke perangkat iPhone buatan Apple. 

Sumber: BBC

    2018-12-18 17:11:00


    Apa Itu LiFi ?