pulsa-logo

Ini yang Dilakukan Samsung Agar Produknya Berbeda dengan Pesaing


Nariswari

Senin, 22 Mei 2017 • 17:38

Samsung


Raksasa teknologi  Korea Selatan,  Samsung Electronics,  dikabarkan  akan terus mencari peluang akuisisi-akuisisi baru. Hal ini seperti diutarakan oleh seorang eksekutif Samsung pada Senin (22/5) ke media.

Langkah Samsung untuk mencari peluang akuisisi baru ini dilatarbelakangi perusahaan yang tengah berupaya membangun software dan layanan untuk lebih membedakan produknya dengan kompetitor.

Seperti disampaikan oleh  Peter Koo (Senior Vice President Untuk Divisi Mobile Samsung) yang menyebutkan bahwa pihaknya perlu untuk melakukan akuisisi demi menemukan perusahaan yang sesuai dengan strategi Samsung.

Seperti yang disampaikan oleh Koo, dalam sebuah acara investor di Hong Kong, dirinya memang tidak merinci target atau teknologi tertentu yang ingin diperoleh Samsung. Namun jelas bahwa dengan membuka lebar peluang akuisisi, Samsung berupaya untuk memperkuat layanan dan produknya di masa depan.

Pembuat chip memori, smartphone dan televisi terkemuka di dunia tersebut  telah tumbuh secara  agresif dalam mengakuisisi perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Terlepas dari preferensi masa lalunya yang terkesan  lebih mengandalkan pisi dan tim  sendiri untuk menggarap perangkat terbaru.

Dalam laporan ini disebutkan, selain mengakuisisi  perusahaan seperti Viv Labs dan LoopPay, kesepakatan yang memperkuat usaha Samsung untuk layanan kecerdasan buatan (AI)  dan pembayaran dengan sistem mobile, perusahaan ini juga mengucurkan investasi yang tidak sedikit untuk persifikasi ke bisnis baru.

Belum lama ini Samsung  menyelesaikan akuisisinya dengan  Harman International Industries senilai USD $ 8 miliar awal tahun ini. Kesepakatan ini tergolong akuisisi terbesarnya, namun Samsung menyimpan  rencana besar dengan mengakuisisi Harman. Salah satunya adalah untuk mempercepat masuknya industri komponen otomotif dan mengembangkan teknologi audio ke perangkat Samsung generasi mendatang. (Naris/Ozi)


Sumber: Reuters