pulsa-logo

Ini Bukti Kinerja Snapdragon 660 dan Snapdragon 835 Cuma Beda Tipis


Nariswari

Selasa, 23 Mei 2017 • 13:48

Snapdragon 835


Awal bulan ini Qualcomm mengumumkan prosesor Snapdragon 660 dan 630. Keduanya merupakan prosesor generasi terbaru yang ditujukan untuk ponsel mid-range dan perangkat cerdas lainnya.

Kehadiran dua prosesor kelas ini menjadi pilihan sangat menguntungkan bagi vendor yang berencana menggarap smartphone berbanderol sedang. Pun demikian, ternyata secara keseluruhan kedua prosesor generasi terbaru Qualcomm tersebut hadir dengan  dengan profil arsitektur sangat dekat dengan performa model top-end-nya.

Tentu ini adalah kabar baik bagi pembeli smartphone mid-range generasi terbaru yang bisa menikmati pengalaman pengguna yang mulus, video beresolusi tinggi, dan bisa nge- game 3D yang kualitas grafisnya kompleks.

Apakah Anda percaya dengan Snapdragon 660 memilik profil arsitektur yang sangat dekat dengan performa model top-end Snapdragon 835?

Setidaknya skor benchmark dari model 660 yang muncul secara online, menunjukkan bahwa chip ini mampu membuat Anda terheran-heran karena dibekali kinerja tinggi bahkan hanya memiliki selisih sedikit dengan Snapdragon 835.

Di GeekBench (tes kinerja CPU yang populer), Snapdragon 660 - hadir dalam kode smartphone tak dikenal yang diberi nama “Heart” – berhasil mengumpulkan skor benchmark sebesar 5.455 poin dalam uji multi-core.

Dibandingkan dengan prosesor unggulan Snapdragon 835 yang digunakan Samsung Galaxy S8+,  yang diketahui memiliki skor 6.301 poin untuk multi core.


Perbedaan 15,5%, jelas tidak buruk untuk sebuah chip kelas menengah yang dimaksudkan untuk perangkat mid-level yang ekonomis, dan beberapa kali lipat lebih murah daripada smartphone premium seperti Samsung Galaxy S8+.

Pada saat bersamaan, Snapdragon 660 16% lebih kuat dari pendahulunya, Snapdragon 653 (seperti yang diuji di dalam smartphone Oppo F3 Plus). Adapun Sanpdragon 653 memperoleh skor 4.695 dalam tes yang sama.

Tes single-core dianggap  kurang relevan, karena sebagian besar pemrosesan smartphone adalah urusan multi-core. Tapi bagi Anda yang ingin mengetahuinya, Snapdragon 660 berhasil memperoleh skor 1.588 untuk kinerja single core. Sedangkan tes untuk Snapdragon 835  berhasil memperoleh skor 1.832 poin. Sedangkan Snapdragon 653 meraih skor 1.438 untuk performa single-core.

Snapdragon 660 dibangun dengan proses produksi 14nm. Sementara itu diketahui pula bahwa chipset Qualcomm yang dijalankan di smartphone Galaxy S8+ menggunakan proses 10nm.

Prosesor ini memiliki delapan core CPU 64-bit "Kryo 260" dengan kecepatan maksimum 2.2Ghz, dengan dukungan unit grafis GPU Adreno 512 yang sangat mumpuni dalam hal menangani visual. Prosesor ini mendukung fitur high-end, seperti perekaman video dan pemutaran 4K, pengisian cepat, standar terbaru untuk konektivitas Wi-Fi dan Bluetooth, dan jaringan LTE Kategori 13 uplink (150Mbps) / Cat 12 downlink (600Mbps). (Naris/Ozi)

Sumber: Phonearena