pulsa-logo

Aplikasi Media Sosial, Yogrt, Usung Kampanye Yogrt Pestain Sekampung


Aldrin Symu

Rabu, 31 Mei 2017 • 20:36


Aplikasi media sosial berbasis lokasi, Yogrt, hari ini (31/05/17) meluncurkan kampanye bertajuk “Yogrt Pesta’in Sekampung” sebagai ajakan kepada masyarakat Indonesia untuk terhubung kembali dengan orang-orang sekitar, saling berkomunikasi, dan melanjutkan tradisi dengan semangat saling berbagi, berbuat baik, dan bermaaf-maafan- salah satunya halal bi halal. “Yogrt Pesta’in Sekampung”merupakan jenis kampanye pertama yang mendorong pengguna aplikasi menjadi Pahlawan Kampung-nya dan pulang ke daerah asal sebagai tuan rumah untuk merayakan halal bi halal di kampung asal mereka, yang mampu mengakomodir hingga 5.000 orang*.

“Masyarakat Indonesia menganut kolektivisme yang lebih mengedepankan kelompok sehingga memiliki kecenderungan untuk menjadi bagian dari sebuah komunitas. Sebagai aplikasi media sosial yang dikembangkan khusus untuk Indonesia, Yogrt sangat memahami kondisi tersebut, termasuk kultur dan tradisi yang berlaku. Karenanya, kampanye ’Yogrt Pesta’in Sekampung’ini kami gagas untuk merayakan salah satu momen besar di Indonesia, yakni Hari Raya Idul Fitri dan budaya halal bi halal. Juga, memfasilitasi kebutuhan inpidu untuk berkontribusi ke daerah asal mereka dan terus menjadi bagian positif dari masyarakat,” papar Jason Lim, Co-founder Yogrt. Kampanye berlangsung selama periode 29 Mei hingga 25 Juni 2017.  

Diluncurkan pada 2014 lalu, berbeda dengan media sosial lainnya, Yogrt, memberi kesegaran baru yang memungkinkan penggunanya untuk dapat dilihat, didengar dan saling terhubung tanpa bergantung pada popularitas. Yogrt mengedepankan kesetaraan – pengguna tidak harus mem-follow akun tertentu untuk mendapatkan update. Menghadirkan kemudahan untuk bersosialisasi dan membangun komunitas, aplikasi ini telah diunduh 6 juta orang di seluruh Indonesia.

Krusialnya peran media sosial sebagai platform komunikasi masa kini dipaparkan psikolog Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPED. Menurutnya, “Manusia tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan bersosialisasi dengan sesama. Lebih jauh, sederhana kok, mereka melakukannya untuk bahagia. Tak bisa dipungkiriperkembangan teknologi dan digitalisasi berpengaruh pada pergeseran cara inpidu berhubungan dengan orang lain - yakni beralih ke media sosial. Hal ini bukan masalah, asalkan platform tersebut bisamewadahi kebutuhan mereka dalam bersosialiasi untuk kemudian mendapatkan kebahagiaan.”

Selebriti asal Sukabumi, Jawa Barat, Ananda Omesh, turut berbagi kisah, “Lebaran dan tradisi halal bi halal menjadi momen yang selalu saya nanti. Bukan hanya merayakan bersama keluarga, momen ini juga saya manfaatkan untuk kembali menjalin silaturahmi dengan orang-orang sekitar di kampung halaman. Karenanya saya sangat antusias dengan kampanye “Yogrt Pesta’in Sekampung” yang mentransformasikan sosialiasi dunia maya ke kegiatan tatap muka dengan tetap menjunjung tradisi khas Indonesia.”