pulsa-logo

Pasar PC Melemah, Samsung, Huawei dan Xiaomi Tetap akan Rilis Notebook Terbaru


dian iskandar

Senin, 05 Juni 2017 • 16:19

PC,Laptop baru,laptop,xiaomi laptop


Meskipun angka penjualan notebook dan PC di pasar global mengalami penurunan  selama lima tahun berturut-turut, namun Samsung Huawei dan Xiaomi tetap mengukuhkan niat mereka untuk kembali  ke pasar notebook. Salah satunya adalah karena alasan persaingan yang kini jadi jauh  lebih ringan dibandingkan dengan ketatnya  persaingan  di  pasar smartphone.

Sayangnya, sumber dari rantai pasokan hulu menunjukkan bahwa Xiaomi dan Huawei, yang semula memiliki optimisme besar  untuk  mencapai  angka  pengiriman notebook  yang tinggi, tidak berjalan sebaik yang diharapkan karena permintaannya ternyata  masih lemah. Untuk tahun pertama, Xiaomi mengirim kurang dari 500.000 unit dan Huawei 700.000 unit. Jauh dari angka pengiriman 1 juta unit.

Pada saat bersamaan,  bisnis notebook Asusbelum berjalan dengan baik dan  bahkan perusahaan  ini kabarnya  telah memulai reorganisasi bisnis,  dan ingin mendapatkan kembali momentumnya. Asustek diperkirakan akan  akan  mulai  pertumbuhan pengiriman di paruh kedua 2017.

Sumber dari rantai pasokan hulu mencatat bahwa Xiaomi dan Huawei awalnya berharap untuk segera memperluas pasar notebook dengan pengenalan merek milik mereka  yang kuat, dan hal ini  dapat memberikan keuntungan  bagi mereka dalam hal penjualan di pasar global.

Generasi pertama Huawei Matebook 2-in-1s diproduksi oleh Foxconn Electronics (Hon Hai Precision Industry) dan dijual dengan harga USD$ 699 (setara dengan  Rp. 9,3 jutaan). Sejauh ini, pengiriman di seluruh dunia kurang dari 700.000 unit, lebih rendah dari target awal Huawei yang hanya memiliki satu juta unit. Dan  sebagian besar unitnya  dikirimkan  ke pasar China.

Adapun  Xiaomi Air  dengan varian  12,5 inci dan 13,3 inci memiliki angka penjualan yang  lemah dari yang diperkirakan, mereka  mengapalkan kurang dari 500.000 unit, jauh lebih lemah daripada target pengiriman semula dua juta unit. Dan sebagai catatan, notebook besutan Xiaomi  tersebut  dibuat oleh Wistron dan Inventec.

Meskipun melihat pengiriman yang lebih lemah dari perkiraan, Huawei dan Xiaomi dikabarkan terus merilis produk generasi berikutnya, dengan Huawei mengumumkan notebook  Matrix 15.6, 13, dan 12 inci generasi kedua yang  diperkenalkan  baru-baru ini, yang dibanderol mulai dari US $ 900-1,900. Perangkat tersebut akan tersedia di 12 negara di seluruh dunia termasuk China, Amerika Serikat, Jerman dan Jepang, namun produsennya telah beralih ke Pegatron dan Quanta Computer, sementara volume pesanannya  sangat kecil.(Nariswari)


Sumber: Digitimes