pulsa-logo

Siap Gaet 10 Persen Pangsa Pasar, Sharp Dirikan Pabrik di Batam


Galing

Kamis, 08 Juni 2017 • 22:32


Bertempat di Decanter Dine & Wine, Plaza Kuningan, Jakarta, Sharp Mobile pada hari Kamis (08/06/2017) memperkenalkan dua perangkat Android teranyarnya ke publik tanah air. Peluncuran Sharp Z2 dan M1 ini sekaligus menandai ekspansi bisnis Sharp di wilayah Asia Tenggara.

Co- President Sharp/InfocusCo- President Sharp/Infocus

Menanggapi mundurnya Sharp dari bisnis smartphone di Indonesia, co-president Sharp/Infocus, Wenyi Kuo mengungkapkan, “ Sharp memang telah mencoba untuk memperluas bisnis smartphonenya beberapa tahun lalu di Indonesia. Akan tetapi saya percaya pada waktu itu Sharp tidak memiliki cukup sumber daya untuk mengembangkan berbagai macam produk yang sanggup memenuhi permintaan (pasar di -red) Indonesia. “

Dengan dimilikinya sebagian besar saham Sharp oleh Foxconn di tahun lalu, sumber daya dari Sharp kini dapat dikombinasikan dengan sumber daya yang dimiliki oleh Foxconn guna menghasilkan beragam inovasi yang tentu saja dapat memberikan lebih banyak benefit kepada masyarakat Indonesia.

Adapun di Indonesia sendiri, Sharp mencoba memasuki pasar dengan memproduksi perangkat di bawah bendera PT. Infocus Consumer International Indonesia (ICI) yang merupakan anak usaha Foxconn Group. Sebagai ponsel 4G, seluruh produk Sharp tentu harus mematuhi aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Country Director of PT ICI IndonesiaCountry Director of PT ICI Indonesia

Country Director PT ICI Indonesia Sukaca Purwokardjono mengatakan Sharp memang serius ingin menggarap potensi pasar ponsel pintar di Indonesia. Namun demikian karena perangkat ini mulai dipersiapkan pemasarannya pada tahun lalu, sehingga TKDN yang digunakan pada dua produk anyarnya yang diluncurkan pada hari ini hanya memiliki persentase komponen lokal sebesar 20%.

“Sharp Mobile sangat sungguh-sungguh masuk pasar Indonesia. Tidak hanya sebagai market tetapi dengan investasi manufaktur di Batam, ” ungkapnya.


Fokus menggarap pasar Jabodetabek serta kota-kota lain di pulau Jawa, Sharp tidak menargetkan pangsa pasar yang terlalu tinggi di tahun pertama kehadirannya.

“Tahun pertama yang penting masuk dulu, masyarakat senang dengan produk Sharp. Baru di tahun ketiga targetnya 10% dari market share, ” demikian tegasnya.