pulsa-logo

Samsung akan Genjot Bisnis Chip-nya


dian iskandar

Jum'at, 09 Juni 2017 • 16:46

Samsung akan Genjot Bisnis Chip-nya


ilustrasiilustrasi

Dalam upaya memperkuat bisnis sistem-on-chip perusahaan, Samsung telah memindahkan sekitar 200 karyawan dari pisi  elektronik  konsumen  ke bisnis System LSI-nya. Peningkatan jumlah karyawan untuk bisnis Sistem LSI sangat dibutuhkan agar pisi ini  dapat menyesuaikan dan bersaing dengan cepat dalam industri semikonduktor yang saat ini  berkembang pesat.

Dikabarkan bahwa  bisnis semikonduktor sudah bernilai sekitar343,5 miliardolar AS, dimana sekitar 77%  dikaitkan dengan segmen SoC atau processor. Pada tahun 2020, diharapkan komponen SoC dari keseluruhan industri semikonduktor akan tumbuh lebih dari 300 miliar dolar AS. Dengan demikian, cukup  masuk akal bagi Samsung Electronics untuk berinvestasi pada bisnis SoC dan mencoba untuk menyudutkan sebagian besar pasar semikonduktor yang berkembang pesat.

Selain mengalokasikan lebih banyak karyawan ke bisnis Sistem LSI, Samsung Electronics telah membuat perubahan pada struktur perusahaannya untuk menarik lebih banyak pelanggan.

Baru-baru ini, Samsung telah mempromosikan bisnis pengecorannya menjadi unit bisnis terpisah yang pada akhirnya menghasilkan pengurangan kendali pisi fabless selama pengecoran. Hal ini diperlukan untuk meringankan ketakutan konsumen  atas kemungkinan konflik kepentingan.

Selain itu, Samsung telah membuat kemajuan signifikan dalam teknologi node proses bisnis pengecorannya. Samsung adalah perusahaan  pertama yang memproduksi chipset pada node proses 10 nanometer, yang memberi perusahaan ini  modal  “kepercayaan diri” dan  secara  signifikan lebih maju  dibandingkan saingan utamanya TSMC dan GlobalFoundries. Ke depan, Samsung juga berharap bisa menjadi perusahaan pertama yang memproduksi chip secara massal pada node proses 7 nanometer menggunakan teknologi Extreme Ultraviolet Litography (EUL).

Seiring dengan segmen  industri semikonduktor  yang  diproyeksikan tumbuh dengan cepat dalam beberapa tahun ke depan, pesaing Samsung di lapangan juga melakukan upaya signifikan untuk memperkuat posisi mereka di industri ini.

Dalam upaya untuk juga menarik lebih banyak pelanggan, SK Hynix, produsen chip memori  yang  berbasis di  Korea Selatan lainnya, baru saja  merilis  beberapa  chipset andalannya.


Sementara itu, produsen chip ternama lainnya  yakni  Intel telah mengakuisisi  Altera pada tahun 2015 seharga  USD$ 17,6 miliar untuk meningkatkan bisnis produksi processornya  secara nyata. Pesaing terbesarnya dalam bisnis ini yakni  TSMC, juga tidak  tinggal diam.  TSMC   yang merupakan produsen  chipset   yang berbasis  di Taiwan ini siap menghabiskan  dana investasi  hingga  USD$ 15,7 miliar untuk mengembangkan teknologi produksi dengan menggunakan  node proses 3 nanometer dan 2 nanometer dan membangun fasilitas produksi yang diperlukan untuk mendukung teknologi ini. (Nariswari)

Sumber: AndroidHeadlines