pulsa-logo

Kembangkan VR, HTC Didukung Apple dan Google


Fauzi

Senin, 03 Juli 2017 • 15:02

HTC Vive, virtual reality


HTC merupakan salah satu perusahaan teknologi yang fokus menggarap perangkat virtual reality. Begitupun dalam hal pengembangan teknologi ini.

Seperti diberitakan laman DigiTimes, guna mempercepat pengembangan bisnis VR, HTC disebut telah berkolaborasi dengan dua raksasa teknologi, Google dan Apple, untuk mengembangkan perangkat dan aplikasi VR.

Raymond Pao, Vice President HTC VR New Technology Department, mengatakan Apple telah mengumumkan bahwa pihaknya akan menyediakan sistem operasi High Sierra pada kuartal ketiga tahun ini guna mendukung headset HTC Vive VR.

Melalui integrasi antara sistem operasi terbaru Apple dengan platform Steam VR, Pao menilai bahwa dari sisi fungsionalitas perangkat HTC Vive akan sangat meningkat. Selain itu, pengembang konten juga akan semakain banyak, berkat dukungan Apple yang diharapkan dapat bergabung untuk pengembangan industri VR.

Selain dengan Apple, HTC juga bekerja sama dengna Google dalam pengembangan perangkat VR mobile yang menggabugnkan platform Daydream milik raksasa internet itu.

“Perangkat VR mobile biasanya lebih cocok digunakan untuk game dan film pendek, yang dapat melengkapi fitur produk dan basis konsumen dari HTC Vive, sehingga bisa membantu memperluas volume pengguna untuk produk VR HTC,” tandas Pao. 

Sebagaimana halnya Facebook dan Oculus yang dilaporkan berencana untuk meluncurkan aplikasi VR di situs jejaring sosial, HTC disebut akan menunjukkan kiprahnya pada aplikasi baru. Hal itu, mengingat fakta bahwa lebih dari 20 ribu pengembang konten sudah tercakup di platform Viveport HTC. Banyak di antara mereka yang berpengalaman dalam pengembangan aplikasi dan software VR yang diasosiasikan dengan situs jejaring sosial.


Dalam laporan ini HTC juga disebutkan telah memperkenalkan banyak teknologi baru yang dibutuhkan untuk pengembangan teknologi dan aplikasi VR generasi berikutnya. Di antaranya, yang paling berpengaruh adalah teknologi yang dapat mengintegrasikan koneksi wireless kecepatan tinggi, VR, dan artificial intelligence untuk menciptakan aplikasi baru. Apa pun platform komputing yang digunakan oleh konsumen di masa mendatang, teknologi dan aplikasi display yang berkaitan dengan VR dan AR (augmented reality) akan menjadi sangat diperlukan dalam aplikasi high-tech generasi berikutnya.

Sumber: DigiTimes