pulsa-logo

Analis Ungkap Kelemahan Sensor Sidik Jari Under Display Besutan Qualcomm


Fauzi

Selasa, 04 Juli 2017 • 11:34

Sensor Sidik Jari Under Display


Sebuah analisa terbaru yang dirilis oleh seorang analis bernama Ming-Chi Kuo terkait teknologi pemindai sidik jari yang dikembangkan oleh Qualcomm, ternyata memberikan hasil yang sangat mengejutkan. Bagaimana tidak, menurut Ming-Chi Kuo, teknologi pemindai sidik jari ultrasonik layar yang dikembangkan oleh Qualcomm bermasalah dari sisi kecepatan dan tidak akurat. Hal ini tentu sangat mengejutkan, mengingat Qualcomm terkenal sebagai pembesut prosessor yang mengutamakan akurasi dan kualitas.  Tapi mungkin berbeda saat Qualcomm merilis komponen pemindai sidik jari di bawah layar.

Yang mengejutkan, Ming-Chi Kuo mendapatkan informasi  berdasarkan kontak dari rantai pasokan Qualcomm yang dinilai yang ketat, dan bisa jadi hal ini sangat mungkin benar.

Teknologi pemindaian sidik jari di layar, baru-baru ini dipamerkan di smartphone prototipe oleh produsen China bernama Vivo. Namun, Vivo sendiri masih belum berani untuk merilis smartphone tersebut ke publik. Hal ini dikarenakan Vivo masih menggali sisi kekurangan dan celah dari fitur tgersebut di handset mereka.

Khususnya, masalah kecepatan dan akurasi adalah hal utama yang harus diselesaikan sebelum sistem siap untuk diluncurkan secara global. Versi terbaru, yang ditunjukkan pada telepon Vivo, telah memperbaiki tingkat pemindaian dan mampu membedakan jari sebenarnya dan jari buatan yang terbuat dari cetakan silikon. Namun pemindai masih belum cepat dan belum cukup akurat untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang maksimal. Apalagi teknologinya membutuhkan penyesuaian khusus untuk bekerja. Diperlukan kaca penutup tipis dan panel OLED yang fleksibel untuk menggarap teknologi tersebut.

Meski Qualcomm percaya bahwa pemindai sidik jari akan siap tampil di smartphone generasi terbaru yang akan dirilis musim panas mendatang, Ming-Chi Kuo berpendapat bahwa publik sepertinya akan melihat smartphone dengan pemindai sidik jari di bawah layar lebih lama dari yang awalnya dijadwalkan.

Sumber: PhoneArena