pulsa-logo

Twitter Uji Fitur Deteksi Berita Hoax


Fauzi

Rabu, 05 Juli 2017 • 14:15

Berita Hoax


Sering tidak sih, Anda merasa terganggu dengan limpahan berita palsu atau hoax di jejaring sosial? Alih-alih memberikan informasi yang bermanfaat, kabar hoax justru meresahkan, membuat cemas dan bahkan dapat mengancam stabilitas dan keamanan pribadi kita, bahkan negara!

Sejauh ini memang belum banyak langkah yang diambil oleh pihak pengembang jejaring sosial untuk memberikan pengamanan atau semacam ‘pagar’ dari maraknya berita hoax di jejaring sosial. Dan sebuah inisiatif bagi akhirnya dibuat oleh Twitter yang merupakan microblogging populer yang saat ini dikabarkan tengah melakukan  serangkaian pengujian tools yang memungkinkan pengguna Twitter dapat melaporkan tweet yang berisi berita-berita palsu (hoax) dan bentuk laporan bahwa informasi yang diposting itu adalah palsu atau menyesatkan.

Namun, seperti dilaporkan di Washington Post bahwa pihak Twitter hingga saat ini belum memiliki kerangka jadwal peluncuran  dari fitur tersebut. Sedangkan informasi yang diperoleh dari TNW mencatat bahwa sebenarnya fitur ini sangat dibutuhkan oleh Twitter. Bisa dianggap sebagai fitur yang penting  karena jumlah bots di Twitter yang menyebarkan berita palsu sangat massif, beredar dengan luas dan penyebarannya sangat cepat.

Seperti misalnya Presiden AS, Donald Trump memiliki sekitar 13,5 juta follower palsu. Penting untuk disadari bahwa bots ini dapat menyebabkan kesalahan informasi yang menyebar kabar hoax yang menyebar  seperti api, merembet ke berbagai sosial media, sehingga melengcengkan nilai-nilai kebenaran yang sesungguhnya.  Dengan jumlah bots yang sangat massif, mereka bisa memposting di Twitter berbagai berita hoax, lalu menyebar tak hanya di satu jejaring sosial, melainkan muncul di Facebook, serta layanan pesan seperti WhatsApp, di mana bisa lebih sulit melacak konten palsu ke sumbernya dan menghentikannya untuk menyebar lebih luas. Mengerikan, bukan?

Mengatasi masalah di Twitter ini karenanya akan sangat menguntungkan platform lain.  Dengan mencoba menghapus informasi hoax sebelum menyebar lebih jauh.

Namun, Twiiter mengingatkan bahwa ada titik lemah di fitur ini, yakni bisa saja orang-orang yang menyalahgunakan tombol laporan (Report)  untuk mencoba memblokir sumber berita yang justru akurat dan sah, dan juga dituduh melakukan politik kotor dan pencemaran nama baik.

Sumber: WashingtonPost & TheNextWeb