pulsa-logo

Layanan Data Indosat Naik 117.15% Sepanjang Lebaran 2017


Hairuddin

Kamis, 06 Juli 2017 • 17:28

Indosat, Data, Lebaran, Trafik, Ooredoo, Mudik,


(Foto: Indosat Ooredoo)(Foto: Indosat Ooredoo)

Sejalan dengan tren penggunaan sosial media di masyarakat, terutama aktifitas komunikasi menggunakan berbagai aplikasi dalam berkomunikasi dan bersilaturahmi selama masa mudik dan libur Lebaran, layanan data Indosat Ooredoo mengalami kenaikan.

Berdasarkan catatan Indosat Ooredoo, peningkatannya sebanyak 117.15% dibanding trafik data H+7 Lebaran tahun lalu. Jika dibandingkan dengan penggunaan data harian regular non-lebaran, penggunaan data ini meningkat menjadi sekitar 3154.34 Terabyte/hari atau naik 56.44% dibandingkan trafik data reguler pada hari biasa.

 

Sementara itu, data terakhir menunjukkan terjadinya perubahan tren penggunaan dari Voice dan SMS ke penggunaan social media di masyarakat mengakibatkan penurunan jumlah Voice dan SMS dibandingkan kondisi hari H+7 Lebaran tahun 2016 dimana trafik voice hari H+7 tahun 2017 mengalami penurunan 27.63%. Sedangkan trafik SMS hari H+7 tahun 2017 turun 50.39% dibandingkan trafik SMS pada H+7 tahun 2016.

 

“Masa mudik dan libur lebaran adalah momen penting bagi masyarakat Indonesia. Masyarakat menggunakan momen ini untuk bersilaturahmi dan menghubungi sanak saudara di berbagai pelosok Indonesia.  Indosat Ooredoo sadar akan pentingnya kualitas jaringan untuk mendukung momen penting ini sehingga kami memastikan jaringan dalam kondisi baik dan dapat melayani kebutuhan pelanggan selama masa mudik dan lebaran.  Semua layanan baik voice, sms dan layanan data berlangsung dengan baik,” ujar Deva Rachman,  Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo.  

 


”Untuk memastikan kapasitas jaringan yang baik, Indosat Ooredoo melakukan peningkatan layanan hingga menjadi 7344 Terabyte/hari, dan kapasitas layanan suara disiapkan menjadi 37,5 juta Erlang/hari, sedangkan untuk kapasitas SMS ditingkatkan menjadi 1,9 Miliar SMS/hari untuk  pelanggan nasional Indosat Ooredoo yang berjumlah 95,6 juta di seluruh Indonesia,” demikian disampaikan Deva Rachman .