pulsa-logo

BDD Diharapkan Bisa Melahirkan Pengembang Game Baru yang Berkualitas


dian iskandar

Sabtu, 08 Juli 2017 • 22:36

Bekraf Deverloper Day,Badan ekonomi Kreatif,


ilustrasiilustrasi

Palembang- Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berencana menggelar Bekraf Developer Day (BDD) pada Minggu (9/7) di kota Pelambang. Ini merupakan rangkaian kegiatan Bekraf khususnya di bidang industry kreatif berbasis aplikasi dan game.

Sejalan dengan itu, Asosiasi Game Indonesia menyambut baik kegiatan tersebut. Diharapkan dengan adanya BDD bisa menciptakan pengembang-pengembang game baru. ”Kita pengin bisa lebih banyak orang atau produser yang bikin game, kualitasnya meningkat dan ujung-ujungnya market share lokal meningkat,” kata Narendra Wicaksono ketua Asosiasi Game Indonesia.

Tahun ini nilai market game di Indonesia diprediksi 880 juta dolar AS meningkat 50 persen dari tahun lalu. Sementara pengembang game asal Indonesia diperkirakan hanya mencicipi 3 persen dari nilai total itu. “Soal market share saya tidak punya data yang valid, tapi diperkirakan sekitar 3 persen,” kata Narendra.

Narendra Wicaksono, Ketua Asosiasi Game Indonesia, foto: PULSANarendra Wicaksono, Ketua Asosiasi Game Indonesia, foto: PULSA

Tantangan bagi para pemain di industri game adalah selera para gamer yang makin tinggi. “Karena taste-nya sudah tinggi kan berarti kita harus bikin yang kualitasnya bagus, sedangkan game yang dari luar kan masuknya banyak dan bagus-bagus dan gak ada filter juga kan dari government (Pemerintah-red) untuk memproteksi,” kata dia.

Dia juga menjelaskan bahwa industri game tidak seperti impor semen (barang jadi-red) yang bisa mudah dicegah di pelabuhan. Menurutnya, kanal game sangat mudah diakses lewat web dan di dunia digital yang serba seamless ini membuat game-game asal luar negeri bisa dengan mudah didapat.

Untuk bisa bersaing, menurut Narendra, para pengembang game setidaknya perlu memperhatikan tiga hal; peningkatan kualitas, berani berpromosi serta mendapat dukungan dari investor.  Dan yang menggembirakan, pengembang game Indonesia sudah ada yang menembus pasar INternasional. “Ada yang sudah mencapai 20 juta download,” tegas Narendra.  Meski untuk konsol, baru 1 atau 2 pemain saja, karena dinilai lebih sulit untuk menembusnya sebab para pengembang konsol punya kriteria yang lebih ketat.(*)