pulsa-logo

Ini Kiat Sukses Bagi Developer Game Baru


dian iskandar

Minggu, 09 Juli 2017 • 16:40

Bekraf,Bekraf Developer day,BBD Palembang,kiat sukses


Foto: PULSAFoto: PULSA

Palembang-Industri berbasis kreatif sedang digenjot oleh Pemerintah. Ini menjadi fokus bagi Badan Industri Kreatif Indonesia (Bekraf) khususnya pada bidang pengembangan aplikasi dan game. Menurut Asosias Game Indonesia, tahun ini nilai pasar Game di Indonesia mencapai 880 juta dolar AS atau sekitar Rp11,4 triliun. Sayangnya, industry game di Indonesia hanya bisa mencicipi sebagian kecilnya saja.

Ini merupakan tantangan bagi para developer game terutama para pemain baru di industri ini. Menurut Ketua Asosiasi Sekolah Tinggi Manajemen Informasi dan Komputer Prof. Richardus Eko Indrajit, industri game di Indonesia sedang ‘menggila’ dan bisa menjadi peluang jika bisa memanfaatkan celah yang ada.

Profesor dengan pangilan akrab Eko itu menyoroti bagaimana tantangan yang dihadapi oleh para pengembang game. Menurut Eko, para pengembang tidak boleh puas dengan hanya berhasil menciptakan game. “Jangan hanya puas ketika berhasil menciptakan game, tapi puas ketika menghasilkan uang,” kata dia.

Ketua Asosiasi STMIK Prof. Richardus Eko Indrajit, Foto: PULSAKetua Asosiasi STMIK Prof. Richardus Eko Indrajit, Foto: PULSA

Menurut Eko ketika membuka acara Bekraf Developer Day di Palembang, game yang bagus tidak lagi berada di ruang hampa sebagai sarana bermain semata. ”Saat in game (sudah) menjadi menjadi media belajar, simulasi, skenario bisnis, visualisasi dunia nyata dan alat eksperimen,” lanjut Eko.

Dia mencontohkan bahwa saat ini game sudah bisa dijadikan sarana untuk menguji kopentensi, semisal game simulasi, ada yang bertema lingkungan, sampai bagaimana sesorang bisa menjadi seorang pialang saham yang andal.

Untuk itu, Eko menegaskan bahwa sebuah game harus dikembangkan secara multi dan trans disiplin ilmu. Alasannya, karena game juga membutuhkan riset, melibatkan ahli media, psikilogi, ahli teknologi, ahli komunikasi, ahli bahasa dan grafis.


Intinya, menurut Eko, game  yang baik tidak harus kompleks dan animatif, tetapi sesuai tujuan yakni menarik, mendidik, membaut ketagihan dan menyenangkan. (*)