pulsa-logo

Mirip Cerita Fiksi, Smart Speaker Ini Selamatkan Penggunanya dari KDRT


Fauzi

Senin, 10 Juli 2017 • 16:17

Google Home


Dari review dan penjabaran di media, kita tahu betul betapa bergunanya smart speaker dalam hal memaksimalkan fitur multimedia. Memasangkan speaker dengan asisten virtual memungkinkan pengguna mengaktifkan peralatan cerdas (seperti lampu, termostat, sistem hiburan dan lain-lain). Bahkan,  memutar musik berdasarkan daftar putar yang kita sediakan. Bahkan smart speaker telah “semakin cerdas” dengan dilengkapi kemampuan  untuk menyajikan informasi seperti cuaca, skor olahraga dan berita.

Bergantung pada modelnya memang, Anda bisa mengirim teks dan bahkan membuat dan menerima panggilan. Namun, siapa sangka smart speaker juga dapat menyelamatkan nyawa  ibu dan anak di New Mexico beberapa hari yang lalu, dari insiden kekerasan rumah tangga. Smart speaker telah menyelamatkan mereka di mana secara cerdas melakukan panggilan otomatis ke polisi di tengah perselisihan dalam rumah tangga tersebut.

Seminggu yang lalu, Eduardo Barros sedang duduk di rumahnya yang terletak  di Tijeras bersama pacarnya dan putri semata wayangnya. Tiba-tiba antara Eduardo dan pacarnya terjadi adu pendapat dan perselisihan yang memanas yang berujung pada kekerasan fisik. Ujung dari kekerasan rumah tangga itu adalah kekerasan fisik yang dilakukan Eduardo Barros, yang membawa senjata api, mengancam akan membunuh pacarnya dan anak mereka.

Di tengah pertikaian itu, Eduardo menantang pacarnya dengan bertanya kepadanya, "Apakah kamu berani untuk memanggil sheriff?" Rumah yang ditempati oleh Barros, pacarnya dan putrinya itu kebetulan memiliki sistem speaker pintar Google Home yang terhubung ke suara surround yang dipasang dan terhubung ke perangkat pintar. Jadi ketika Barros berteriak menantang kepada pacarnya apakah dia memanggil sheriff, maka jelas dia membuat kekeliruan. Dan suara dari Eduardo yang kencang tersebut  “ditangkap” oleh smart speaker Google Home dan diubah menjadi komando untuk memanggil penegak hukum ke rumah mereka.

Ketika polisi tiba, jelas Eduardo kaget. Polisi segera mengamankan Eduardo, berikut senjata api yang berisi peluru dan siap tembak. Polisi segera melepaskan pacar Eduardo dan putrinya yang meringkuk ketakutan dari tempat kejadian tersebut. Pacarnya mengalami beberapa luka fisik, namun tidak memerlukan penanganan yang serius di rumah sakit.

Barros segera ditahan di kantor polisi beberapa jam sebelum tim SWAT dan negosiator dipanggil ke TKP. Setelah akhirnya Eduardo menyerah, dia dikenai hukuman dengan pasal penyalahgunaan senjata api atau alat perusak, kekerasan dalam rumah tangga, serangan fisik, ancaman, dan beberapa pasal kriminalitas lainnya. Terhadap anggota rumah tangga dan pemenjaraan yang salah.

Pihak berwenang mengatakan bahwa dalam insiden tersebut, smart speaker mungkin telah menyelamatkan nyawa si ibu dan anaknya  dari kekerasan rumah tangga. Smart speaker dengan cerdas  menelepon 9-1-1 saat mendengar ada suara kencang “sheriff” atau polisi”.


"Penggunaan tak terduga dari teknologi baru ini untuk menghubungi layanan darurat mungkin membantu menyelamatkan nyawa manusia. Teknologi menakjubkan ini sangat  membantu menyelamatkan seorang ibu dan anaknya dari situasi yang sangat mengerikan , dalam tekanan, dan mengancam jiwa mereka," ujar Manuel Gonzales III ( Petugas Sheriff di  Bernalillo County).

Sumber: PhoneArena