pulsa-logo

Patuhi Aturan, Apple Akan Bangun Pusat Data di Cina


Fauzi

Kamis, 13 Juli 2017 • 11:43

Apple


Cina terkenal sebagai negara yang tertutup dan sangat ketat dalam hal birokrasi, dan perizinan. Semata-mata untuk melindungi produk dalam negeri mereka, bentuk nasionalisme mereka. Ironisnya, Cina adalah salah satu negara paling strategis untuk segala bentuk bisnis, terlebih dengan jumlah penduduknya yang massive hingga milyaran jiwa. Dan inilah yang mendorong banyak vendor dan pelaku bisnis untyuk tetap berjuang melakukan investasi dan usaha di negara itu. Salah satunya adalah Apple.

Guna memperkuat eksistensinya di Cina, Apple kini sedang membangun pusat data di negeri tersebut untuk memenuhi persyaratan baru oleh pemerintah setempat.

Bulan lalu, Cina mengeluarkan undang-undang baru yang mengharuskan perusahaan asing untuk membangun pusat data untuk aktivitas menyimpan datanya, terkait dengan operasi yang dijalankan di negara itu sendiri. Banyak perusahaan yang nekat untuk membangun usaha di Cina dan menentang hukum, namun tampaknya Apple tidak termasuk di antara mereka. Apple mematuhi peraturan Pemerintah Cina.

Raksasa teknologi yang bermarkas di Cupertino tersebut pada hari ini (13/7) mengumumkan bahwa mereka akan membangun pusat data baru di provinsi selatan Guizhou, Cina. Fasilitas baru tersebut merupakan bagian dari investasi besar yang ditanam oleh Apple sebesar USD$ 1 miliar yang direncanakan ke provinsi tersebut.

"Penambahan data center ini akan memungkinkan kami memperbaiki kecepatan dan keandalan produk dan layanan kami. Sekaligus Apple tentunya mematuhi peraturan yang baru dikeluarkan oleh Pemerintah Cina. Peraturan ini mengharuskan layanan penyimpanan data berbasis cloud dioperasikan oleh perusahaan Cina jadi kami bermitra dengan GCBD untuk menawarkan iCloud," kata Apple kepada Reuters.

Apple adalah perusahaan non-Cina pertama yang memutuskan untuk melakukan pendekatan secara dalam dengan pemerintah setempat di Cina. Perusahaan lain mengklaim bahwa undang-undang yang baru membebani dan akan menempatkan data kepemilikan pada risiko yang cukup besar. Apple, di sisi lain, mengatakan bahwa mereka memiliki ukuran keamanan yang kuat dan Apple menjamin bahwa tidak ada backdoor yang akan dibuat ke dalam sistem mereka.

Pemerintah Cina mencantumkan pencegahan serangan cyber dan terorisme sebagai alasan utama hukum yang diberlakukan tersebut. Namun, pendapat bahwa setiap data yang tersimpan di Cina adalah peraturan yang cukup adil sebagai bentuk pengawasan Pemerintah Cina pada negara.


Sumber: Reuters & PhoneArena