pulsa-logo

Riset: Ini Negara-Negara Terdepan dalam Ekonomi Digital


Fauzi

Rabu, 19 Juli 2017 • 10:33

Ekonomi Digital


Image Source: ShutterstockImage Source: Shutterstock

Bekerja sama dengan Fletcher School, Universitas Tufts, Mastercard mengungkapkan Indeks Evolusi Digital 2017. Penelitian komprehensif ini mempelajari kemajuan yang telah dicapai oleh berbagai negara dalam mengembangkan ekonomi digital serta mengintegrasikan konektivitas ke dalam kehidupan banyak orang.

Studi ini menunjukkan Singapura, Inggris, Selandia Baru, Uni Emirat Arab, Estonia, Hong Kong, Jepang, dan Israel sebagai negara-negara paling maju dalam hal digital yang ditandai dengan tingginya tingkat perkembangan digital serta tingkat evolusi digital yang cepat di negara-negara tersebut. Dengan momentum dan inovasi yang mereka miliki, negara-negara terdepan tersebut memperlihatkan diri sebagai contoh terbaik bagi kemajuan dan pertumbuhan di masa mendatang.

Dengan hampir setengah dari populasi dunia yang telah dapat menggunakan layanan secara online, penelitian ini memetakan perkembangan 60 negara, menunjukkan daya saing serta potensi pasar mereka terhadap pertumbuhan ekonomi digital lebih lanjut. Indeks ini mengukur empat penggerak utama dan 170 indikator unik guna memetakan kondisi masing-masing negara:

  • Suplai (atau akses internet dan infrastuktur)
  • Permintaan konsumen terhadap teknologi digital
  • Lingkungan kelembagaan (kebijakan/undang-undang pemerintah dan sumber daya)
  • Inovasi (investasi dalam penelitian dan pengembangan - litbang, start-up digital dan lain-lain).

Pelaku bisnis, pemerintah dan masyarakat sipil senantiasa berupaya untuk mendorong setiap orang agar menggunakan layanan online, serta memastikan keamanan dari infrastruktur digital. Laporan ini menyediakan sebuah cara untuk menilai “kepercayaan” terhadap digital serta tingkat evolusi digital dengan contoh-contoh yang diambil dari seluruh dunia, memberikan kesempatan bagi negara-negara saling belajar satu sama lain agar dapat terus tumbuh lebih jauh lagi.

“Penerapan, kualitas infrastruktur digital dan kelembagaan, serta inovasi secara kolektif membentuk daya saing digital dari suatu negara, namun pemerintah juga memainkan peran sangat penting. Studi ini juga menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen terhadap teknologi digital berkolerasi dengan daya saing digital,” ujar Bhaskar Chakravorti, dekan senior associate, keuangan dan bisnis internasional di Fletcher School, Universitas Tufts, dan founding executive director dari Fletcher’s Institute for Business in the Global Context.