pulsa-logo

Catat! Ini Benefit Bagi Mitra Pengemudi dan User Trans Ojek (Atrans)


Fauzi

Rabu, 19 Juli 2017 • 13:53

Atrans Trans Ojek


Dengan sudah ada beberapa pemain lain yang lebih dulu eksis, Atrans selaku penyedia layanan transportasi online yang baru bergabung tentu harus berjuang ekstra keras untuk dapat bersaing.

Tidak hanya dari sisi user saja, untuk ‘membujuk’ driver agar mau bergabung sebagai mitra, khususnya untuk layanan Trans Ojek juga merupakan hal yang tidak mudah. Lalu apa yang dilakukan Atrans agar mendapat respon, baik bagi user maupun mitra?

“Kalau untuk mitra, kita akan berikan warranty argo istilahnya, kita akan berikan dalam satu hari minimal berapa. Contoh kaya ojek, ojek itu kita ada minimum tarif. Jadi, jarak terdekat pun itu minimal Rp10 ribu,” ungkap Arynto C. Samudro selaku Managing Director Atrans.

Bukan tanpa alasan, sedikit membandingkan, Arynto mengungkap layanan ojek (lain) menerapkan tarif cuma Rp1500 per KM-nya.

“Kan bisa aja kita naik ojek jaraknya dekat, misalnya cuma 5 KM, itu kan tidak sampai 10 ribu. Jadi, (di Trans Ojek) akan kita kenakan charge (biaya) Rp10 ribu ke penumpang (dibulatkan). Jadi, kita yang subsidi nih. Karena penumpang kita kasih diskon. Misalnya, penumpang argonya 10 ribu, tapi saya kasih diskon 50% jadi penumpang cukup bayar Rp5000. Tapi si pengemudi ojeknya tetap dapat 10 ribu. Itu kita berikan promo-promo seperti itu,” beber Arynto.

Sebagai pemain yang baru hadir, Arynto menyadari bahwa di tahap awal pihaknya harus gencar melakukan promo. Hal itu lantaran Atrans harus bersaing dengan kompetitor yang lumayan sudah cukup besar, bahkan kelasnya sudah internasional.

“Kita betul-betul pemain lokal yang mau naik, kita coba bersaing dengan yang internasional,” tukasnya.


Adapun dari sisi pendapatan buat mitra pengemudi, berdasarkan hasil survei yang dilakukann Atrans, minimal driver akan mendapat Rp1 juta per minggu. Hal ini tentu tergantung dari rajin atau tidaknya.

“Rata-rata untuk satu hari 100-200 ribu harusnya dia (driver) dapat,” kata Arynto.

Lebih jauh, Arynto juga mengungkap perbedaan pendekatan yang dilakukan Atrans lewat Trans Ojek-nya dengan kompetitor yang ada. Bila, pemain lain, driver-nya lebih cenderung diharuskan mengejar trip, teapi untuk mitra Trans Ojek justru yang dikejar adal omset.

“Jadi gini, kalau ngejar trip kan mereka dalam satu hari (ditargetkan) harus sekian trip, kalau kita dari omset atau jumlah uangnya. Karena bonus kita akan dikeluarkan dari situ. Contoh, misalnya, kalau di tetangga sebelah (pesaing) dalam satu hari driver harus menyelesaikan 10 trip baru dapat bonus sekian rupiah. Kalau di kita tidak, dalam satu minggu dapatnya berapa (misalnya 1 juta) oke nanti saya kasih cashback 10% (100 ribu). Jadi bukan trip, tapi berdasarkan omset. Hitungannya per minggu,” papar Arynto menutup.

Bagaimana? Apakah Anda tertarik bergabung jadi mitra atau user Atrans.