pulsa-logo

Garap Mobil Listrik Otonom, Apple Gandeng Produsen Baterai China


Galing

Jum'at, 21 Juli 2017 • 18:47

Mobil Listrik Apple, Tesla Model S, Mobil Elektrik Apple, Mobil Otonom Apple


Foto: 9to5macFoto: 9to5mac

Tahun lalu, Apple dikabarkan akan mengerjakan mobilotonom yang ditenagai oleh listrik (all-electric otonomvehicle)dengan kode nama 'Project Titan'. Applekemudian saat itu mengonfirmasi ke media bahwa proyek mereka tersebut berlandaskan padaplatform mobil otonom dan Tim Cook(CEO Apple)bahkan menyebutnya sebagai "teknologi inti" untuk Apple sebagai teknologi masa depan.Namun demikian Apple sepertinya memperlihatkan tanda-tanda akan menyerah dalam mengembangkan sebuah mobil yang siap untuk dipasarkan.

 

Sebuah kabar terbaru yang PULSA kutio dari 9to5mac meungungkapkan bahwa saat ini Apple tengah menggarap baterai mobil elektrik dengan produsen baterai terbesar China.Saat ini, media lokal di ChinabernamaYicai Global melaporkan bahwa CATL,yang merupakanprodusen baterai otomotif terbesar di China, bekerja sama dengan Apple dalam sebuah proyek rahasia.

"Teknisi di Apple telahbekerjasamadengan Contemporary Amperex Technology Ltd. (CATL), yang merupakan produsen baterai yang bermarkas di provinsi Fujian China, dalam sebuah skema perjanjian bersifat rahasia. Kedua pihak bekerja sama di bidang baterai."Ujar salah satu narasumber di Apple yang mengetahui terkait kerjasama tersebut.

Jika benar, itu berarti ProjectTitan Apple dapat bekerja lebihcepat dan muluske arahpengembanganmobil listrik sepenuhnya dan bukan hanya sistem penggerak sendiri yang dapat diintegrasikan ke dalam kendaraan lain, seperti yang dilakukan Alphabet's Waymobersama produsen otomotif lainnya.

Apple bermitra dengan CATL akan menjadi pengembangan yang signifikan untuk proyek ini karena produksi baterai sering dianggap sebagai hambatan dalam industri kendaraan listrik dan itulah masalah yang sedang coba dipecahkan oleh kedua perusahaan tersebut.

CATL melipatgandakan produksi baterai lithium-ion miliknya hingga tiga kali lipat di tahun lalu dan berencana untuk mencapai tingkat produksi maksimal sebesar 50 GWh pada tahun 2020, yang menjadikannya sebagaiprodusen baterai li-ion terbesar kedua di dunia di belakang Tesla / Panasonic.


Jika Apple ingin masuk ke mobil listrik secara besar-besaran, CATL termasuk di antara segelintir calon mitra yang bisa mewujudkannya. Apple sudah menjadi konsumen baterai yang besar karena iPhone dan MacBook-nya, namun mobil listrik berada pada skala yang sama sekali berbeda. Satu Tesla Model S mewakili kira-kira kebutuhan baterai yang sama dengan 4.000 iPhone.Baterai CATL, yang terutama menggunakan teknologi LiFePo dan NCM dalam format sel prismatik.

Baik Apple maupun CATL namun tidakmaumengomentari laporan tersebutdan masih enggan untuk berbagi terkait teknologi apa yang sedang mereka garap bersama.  (Nariswari/Galing

Sumber: 9to5mac