pulsa-logo

Samsung: Galaxy J Tidak Lebih Rendah dari Galaxy A


Fauzi

Kamis, 27 Juli 2017 • 21:55

Samsung Galaxy J7 Pro


Sebagai pemuncak klasemen di pasar smartphone, Samsung memiliki lini produk yang tergolong cukup lengkap. Yup, produk besutan perusahaan asal Korea Selatan ini bertebaran di berbagai segmen, dari segmen bawah hingga segmen atas atau seri flagship.

Menarik memang bicara mengenai lini produk smartphone Android yang ditawarkan Samsung, di sini kita mengenal beberapa di antaranya, seperti Galaxy J, Galaxy A, hingga Galaxy S. Bila seri Galaxy S, sudah dapat dipastikan sebagai seri flagship untuk segmen atas, untuk Galaxy J dan A meski membidik segmen konsumen berbeda, namun dari sisi harga misalnya, terkadang kedua smartphone ini berada di level yang sama.

Terlebih saat ini, di mana Samsung mengeluarkan lini produk baru di seri Galaxy J Pro, yang bila dilihat dari segmen yang dibidiknya tidak jauh berbeda dengan Galaxy A.

Lantas, apakah seri Galaxy J sudah mengalami pergeseran, dari segmen yang agak ke bawah menjadi menengah ke atas?

Menanggapi pertanyaan di atas, Samsung Indonesia lewat IM Marketing Director-nya, Vebbyna Kaunang, menegaskan kalau dilihat seri J itu ada di salah satu grup konsumen yang cukup lebar, jadi penggunanya itu banyak sekali.

Vebbyna menolak anggapan bahwa pengguna Galaxy J hanya anak-anak muda saja, di mana pada kenyataannya memang tidak demikian.

“Tapi, (oleh karena) anak-anak muda ini yang men-set tren baru. Jadi, kita banyak ngomong ke anak-anak muda, karena mereka yang bisa dengan cepat mengikuti tren perkembangan dari teknologi itu sendiri,” tandasnya.


Adapun soal anggapan seri Galaxy J yang umum diketahui sebagai lini produk yang ditujukan untuk segmen paling bawah dari Samsung, dengan tegas Vebbyna menyangkal akan hal itu.

“Kalau dibilang (Galaxy J) ada di segmen paling bawah, engga juga sih,” ungkap Vebbyna.

Menurutnya, saat orang memilih sebuah smartphone itu berdasarkan kebutuhan mereka masing-masing dan bukan sekedar masalah harga, tapi juga function dan fitur apa yang ditawarkan, mana yang sesuai dengan mereka itu yang mereka pilih.

“Jadi, ada di level mana (Galaxy J), kalau kita melihatnya, kita tidak lagi melihat bahwa Galaxy J lebih rendah dari Galaxy A. (Sudah) enggak begitu lagi di Samsung. Tapi J berbicara target konsumen untuk J,” tutupnya.