pulsa-logo

BPT-Cyberinc Boyong ISLA Web Malware Isolation System ke Indonesia


Fauzi

Selasa, 01 Agustus 2017 • 15:21

ISLA Web Malware Isolation System


Berdasarkan hasil studi yang dikeluarkan Ponemon Intitute, tercatat 81% serangan virus/malware berasal dari aplikasi web browser. Sayangnya, solusi keamanan konvensional untuk browser masih menggunakan pendekatan ‘detect and respond’. Dengan malware yang dirilis tiap detik, pendekatan tersebut sudah dianggap tidak layak. Lho?

Sebagai respon atas kondisi tersebut, Blue Power Technology (BPT) anak usaha CTI Group mengumumkan kerjasama strategis dengan Cyberinc, perusahaan penyedia solusi keamanan yang berbasis di Amerika Serikat. Dalam kesempatan yang sama, diperkenalkan pula ISLA Web Malware Isolation System, sebuah solusi keamanan dari Cyberinc.

ISLA merupakan solusi keamanan yang berasal dari SpaceX, di mana siap melindungi organisasi dari ancaman, dengan mengisolasi semua konten web di luar perimeter jaringan. Pendekatan unik ini akan menghilangkan risiko yang timbul dari drive-by-download, malvertizing, serangan phising, serta hampir semua malware yang berasal dari web.

“Tren meningkatnya kejahatan cyber merupakan indikasi dari tidak efektifnya teknologi keamanan yang ada sekarang. Mereka belum mampu untuk mengatasi virus/malware baru yang dirilis. SItuasi ini tentu menciptakan rasa cemas bagi CIO dan bisnis, oleh karena karyawan mereka menghabiskan banyak waktu di internet, setiap hari,” kata Lugas M. Satrio, selaku President Director BPT.

Lebih jauh Lugas mengatakan Indonesia adalah negara dengan pertumbuhan tercepat dalam hal jumlah pengguna internetnya di dunia dengan angka pertumbuhan tahunan 51%.

“Proposisi ISLA yang menawarkan kebebasan web yang lengkap merupakan hal yang menarik. Faktanya sampai sekarang, belum ada solusi keamanan, yang bisa memberikan kebebasan 100% dari serangan malware berbasis web seperti yang ditawarkan ISLA,” tandas Lugas.

ISLA Malware Isolation system mencegah semua kode web yang tidak terpecaya, termasuk web yang dikenal dan tidak dikenal yang memasuki firewall jaringan perusahaan. Secara fisik ISLA akan memisahkan dan mengisolasi browser web dan semua kode, termasuk malware potensial yang ada pada browser itu sendiri.


Samir Shah, selaku CEO Cyberinc mengatakan Indonesia memiliki 132 juga pengguna internet aktif (berdasakan data APJII 2017). Dengan serangan cyber yang sedang meningkat, Samir menilai dibutuhkan produk keamanan cyber generasi berikutnya.

“ISLA adalah produk yang ideal bagi perusahaan untuk mengamankan pengguna mereka terhadap serangan malware yang dibawa oleh web. Kami sangat senang bisa membawa ISLA ke Indonesia dalam kemitraan dengan BPT. BPT memiliki jaringan mitra kerja yang kuat, keahlian teknis yang andal, dan track record yang kredibel dalam keamanan informasi. Bersama-sama kita akan menggunakan ISLA untuk membantu mengamankan perusahaan untuk era digital ini,” tutup Samir.