pulsa-logo

Pelanggan Berbayar Tembus 60 Juta, Spotify Kalahkan Apple Music


Galing

Selasa, 01 Agustus 2017 • 17:02

Spotify Kalahkan Apple Music, Spotify Ungguli Apple Music, Apple Music dikalahkan Spotify


Foto: MacrumorsFoto: Macrumors

Spotify berhasil membuktikan dirinya sebagai penyedia layanan musik terbesar di dunia dengan mengalahkan Apple Music yang disokong oleh pengguna iPhone yang boleh dibilang sangat fanatik. Dalam jangka waktu kurang dari setahun, perusahaan berlogo warna hijau ini sudah berhasil mencatatkan pertumbuhan hingga 20 juta pelanggan berbayar baru. Dengan demikian Sporify secara total telah memiliki jumlah pelanggan berbayar sebanyak 60 juta. Angka ini jauh melampaui pelanggan Apple Music yang hanya mencapai 27 juta saja.

Kemampuan perusahaan ini untuk tumbuh dengan pesat di tengah kompetisi ketat industri streaming musik dunia sekaligus merupakan bukti keseriusan mereka dalam membangun produk dan komunitas yang solid.

Foto: TechcrunchFoto: Techcrunch

Upaya Apple memikat pelanggan dengan menyediakan masa percobaan selama tiga bulan, menanamkan aplikasi  Apple Music ke iPhone hingga menyediakan akses lebih awal kepada album-album  dari artis top nyatanya belum sanggup menggoyahkan dominasi Spotify sebagai layanan penyedia musik streaming utama favorit para pecinta musik.

Spotify bahkan dikabarkan akan segera mendaftarkan diri mereka ke bursa saham agar dapat langsung menjual saham tanpa harus melewati proses IPO (initial public offering -red). Menurut informasi dari orang dalam sebagaimana PULSA kutip dari Techcrunch menyatakan bahwa perusahaan ini tertarik untuk langsung menjual ke bursa saham.

Langkah yang mereka tempuh ini telah membuat mereka harus berbenturan dengan skeptisme yang meluas. Apalagi banyak perusahaan lain yang berniat menjual sahamnya biasanya melewati proses IPO terlebih dulu dengan melibatkan para bankir yang bekerja sama dengan lembaga investasi guna menentukan harga saham perdana perusahaan sambil memanfaatkannya sebagai peluang untuk menggalang permodalan untuk perusahaan.

CEO Spotify, Daniel Ek (Techcrunch)CEO Spotify, Daniel Ek (Techcrunch)


Dengan melewatkan proses ini, Spotify ditaksir akan kehilangan kesempatan untuk memperoleh tambahan modal bernilai ratusan juta dolar selama proses IPO berlangsung. Namun demikian perusahaan tentu dapat melakukan penawaran saham kedua guna menggalang dana di lain kesempatan. Sebagaimana yang dilaporkan oleh the Wall Street Journal, Spotify bahkan menegaskan siap menuntaskan upaya mereka untuk memasuki pasar saham sebelum tahun 2017 berakhir.

Kabar sebelumnya menyebutkan bahwa Spotify memang tidak secara terbuka akan melakukan pendaftaran ke bursa saham secara langsung, namun demikian langkah yang diberitakan oleh narasumber terdekat menyebutkan alasan dari hal ini adalah untuk menghindari kerentanan harga yang mungkin timbul saat penjualan saham perdana dilakukan.

Namun demikian para pengamat juga berpandangan langkah ini juga boleh jadi justru malah akan menimbulkan kerentanan harga atau volatilitas baru yang tidak terkendali. Hingga berita ini ditulis, Spotify memang belum mengungkap secara resmi  langkah apa yang bakal mereka ambil agar dapat memasuki bursa saham sebelum tahun 2017 berakhir. (Galing)

Sumber: Techcrunch