pulsa-logo

Ini Hasil Pertemuan Menkominfo dan CEO Telegram


Hairuddin

Selasa, 01 Agustus 2017 • 17:26

Telegram, Kemenkominfo, Menkominfo, Rudiantara, Pavel Durov,


(Foto: Pavel Durov/Biro Humas Kemenkominfo)(Foto: Pavel Durov/Biro Humas Kemenkominfo)

 

Tindak lanjut dari kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk menonaktifkan 11 Domain Name System (DNS) layanan Telegram berbasis web, hari ini (1/8) Menkominfo Rudiantara melakukan pertemuan dengan CEO Telegram Pavel Durov di Kantor Kementerian Kominfo.

Di pertemuan ini, Menkominfo dan CEO Telegram membahas penanganan isu terorisme dan konten radikal yang berkembang dalam platform Telegram. Pasalnya, keputusan yang dikeluarkan Menkominfo beberapa waktu lalu tersebut sempat menuai kecaman pengguna Telegram di Indonesia. “Saya mengapresiasi Telegram yang sangat responsif dalam menyikapi isu ini,”ujar Rudiantara.

Terkait dengan penanangan isu-isu terorisme, CEO Telegram, Pavel Durov juga mempunyai komitmen yang sama. Telegram sangat peduli terhadap ancaman terorisme global, terutama untuk negara seperti Indonesia. Penting buat Pemerintah Indonesia dan Telegram untuk membuat Joint Statement terkait hal ini.” jelas Durov.

Kedepannya, Kemenkominfo dan Telegram sepakat untuk mengatur dan mengelola prosesnya. Karena untuk menghadapi ancaman terorisme dan radikalisasi dibutuhkan kecepatan bertindak. Untuk itu, baik Rudiantara dan Pavel Durov sepakat prosesnya akan dibahas dalam pertemuan yang melibatkan tim teknis.