pulsa-logo

'The Belt and Road Initiative' Buka Peluang Kerjasama Teknologi dan Ekonomi di Era Digital


Fauzi

Rabu, 02 Agustus 2017 • 09:15

The Belt and Road Initiative


Raksasa teknologi Cina seperti Tencet, Alibaba dan JD.com sudah masuk Indonesia. Banyak peluang tercipta. Untuk mengeksplorasi lebih jauh peluang tersebut, digelar seminar bertajuk "Belt and Road Initiative: Connecting China, Hong Kong dan Indonesia" sukses digelar di Hotel Grand Hyatt Jakarta. Seminar bisnis ini dilaksanakan oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) dan Hong Kong Economic and Trade Office di Jakarta (HKETO).

Dalam seminar tersebut, HKTDC dan HKETO mengundang 6 pembicara ahli dari berbagai latar belakang yang beragam untuk berbagi wawasan mendalam terkait "The Belt and Road Initiative" dan manfaat ekonominya bagi Tiongkok, Hong Kong dan Indonesia.  Pembicara dalam seminar tersebut adalah Paul Chan - Sekretaris Keuangan Wilayah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR), Hu XiaoShan  - Sekretaris Pertama (Ekonomi & Komersial) Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Thomas Lembong - Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal, Dino Patti Djalal - Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), James Cameron – Co-Head Infrastructure and Real Estate Group HSBC di Asia Pasifik dan Nicholas Kwan – Direktur Riset HKTDC.

Sebagai sebuah strategi kolaboratif dan inklusif, Belt and Road Initiative bertujuan untuk mempromosikan konektivitas infrastruktur dan koordinasi kebijakan, sehingga mendorong perdagangan dan investasi serta memperdalam persahabatan dan pertukaran budaya antar negara peserta. Inisiatif ini dipercaya menjadi pendorong ekonomi global di abad ke-21 dengan mencakup sekitar 60 negara di Asia, Timur Tengah, Afrika dan Eropa. Negara-negara ini bersama-sama mewakili 60% populasi dunia, sepertiga dari GDP global dan sepertiga dari perdagangan barang dunia.

Indonesia sendiri adalah pemain kunci dalam inisiatif Belt and Road, mengingat pertumbuhan ekonominya yang cepat, lokasinya yang strategis di Asia Tenggara, serta sumber daya manusia dan alamnya yang luas.

Bagi Indonesia, Hong Kong adalah mitra ideal. Sebagai sebuah Wilayah Administratif Khusus dari Republik Rakyat Tiongkok, Hong Kong merupakan jalan masuk menuju daratan Tiongkok yang luas, sebuah pusat keuangan, perdagangan dan bisnis internasional serta menjadi trendsetter gaya hidup Asia. Data menunjukkan bahwa setiap tahun hampir 90 persen perdagangan dari Indonesia transit melalui Hong Kong sebelum akhirnya tiba di Tiongkok. Bahkan, nilai perdagangan komoditas antara Hong Kong dan negara-negara anggota ASEAN telah meningkat sebesar 72 persen dalam 10 tahun terakhir. Pada tahun 2016, realisasi investasi Hong Kong di Indonesia mencapai USD 2,25 miliar, meningkat secara signifikan dari tahun-tahun sebelumnya yang mencapai sekitar USD 691 juta.

Lebih jauh, Hu Xiaoshan menyebutkan bahwa Kebijakan Program Jalan Tol Laut (Sea Toll Road Program) yang diluncurkan oleh Pemerintah Indonesia memiliki visi yang sama dengan inisiatif Belt and Road. Oleh karena itu, Tiongkok dan Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun hubungan yang lebih erat dan terus meningkatkan konektivitas serta perdagangan maritim antar kedua negara.

Nicholas Kwan juga menyatakan bahwa Hong Kong, sebagai pusat keuangan, logistik, dan layanan maritim global, di bawah dukungan penuh dari Tiongkok, mampu memainkan peran yang unik sebagai “super-connector” yang menghubungkan Tiongkok dan wilayah Belt and Road, termasuk Indonesia.


James Cameroon juga menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Belt and Road ini bagi Indonesia, “Indonesia berada tepat dalam insiatif Belt and Road dengan infrastruktur dan perdagangan sebagai fokus utama. Terdapat keselarasan yang jelas antara inisiatif ini dan kebutuhan infrastruktur di Indonesia. Investasi yang ditawarkan oleh Belt and Road tidak hanya bagi perusahaan Tiongkok, namun juga bagi penduduk lokal, baik yang berada dalam tahap pengembangan maupun operasional.” jelas James Cameroon.

Tambahan pula, dalam beberapa tahun terakhir HKTDC terus menunjukkan komitmennya dalam mempromosikan Hong Kong sebagai pusat bisnis yang ideal bagi perusahaan-perusahaan yang ingin meningkatkan peluang bisnisnya. Inisiatif Belt and Road  memungkinkan Hong Kong menyediakan layanan yang berbeda. Misalnya, HKTDC telah menyelenggarakan berbagai pameran dan sejumlah sesi yang sesuai dengan bisnis.

Ke depannya, HKTDC dan HKETO akan terus secara aktif meningkatkan konektivitas dan pengembangan ekonomi antara Hong Kong dan Indonesia.